Home Berita Kementerian PU Siapkan Solusi Air untuk Ribuan Hektar Sawah di Rote NTT

Kementerian PU Siapkan Solusi Air untuk Ribuan Hektar Sawah di Rote NTT

Share

JAKARTA, LINTAS – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memperkuat pembangunan infrastruktur sumber daya air guna mendukung pemerataan pembangunan dan peningkatan produktivitas pertanian di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) yang menjadi solusi penyediaan air bagi lahan pertanian tadah hujan, termasuk di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kunjungan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo ke salah satu lokasi penerima manfaat JIAT di Desa Lekunik, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, Sabtu (30/5/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan infrastruktur yang telah dibangun dapat berfungsi optimal dalam mendukung peningkatan produksi pangan dan kesejahteraan petani di wilayah terdepan Indonesia.

Menurut Menteri Dody, pembangunan JIAT merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan ketersediaan air bagi sektor pertanian, terutama di daerah yang memiliki keterbatasan sumber air permukaan.

“Melalui JIAT ini, kita ingin memastikan ketersediaan air sehingga produktivitas pertanian meningkat dan ketahanan pangan semakin kuat,” ujar Dody dikutip Selasa (2/6/2026).


Sistem Irigasi

Dalam kesempatan tersebut, Dody mengarahkan agar pengembangan JIAT di Rote Ndao tidak hanya berfokus pada pembangunan sumur dan pompa air tanah. Menurutnya, sistem irigasi juga perlu dilengkapi jaringan saluran tersier yang disesuaikan dengan kondisi morfologi lahan agar distribusi air ke area pertanian dapat berlangsung lebih efektif dan merata.

Selain itu, ia mendorong penerapan teknologi energi terbarukan dalam operasional sistem irigasi, termasuk penggunaan panel surya pada lokasi yang memungkinkan. Langkah ini dinilai dapat menekan biaya operasional pompa air sekaligus meningkatkan keberlanjutan layanan irigasi di kawasan terpencil.

JIAT di Desa Lekunik dibangun melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan nilai investasi sebesar R p1,5 miliar. Infrastruktur tersebut memiliki kapasitas debit air mencapai 9 liter per detik dan saat ini mampu melayani kebutuhan irigasi pada lahan pertanian seluas 10 hektar.

Ketersediaan Air

Keberadaan JIAT menjadi sangat penting bagi Kecamatan Lobalain yang memiliki total luas lahan sawah sekitar 1.395 hektar. Pada musim tanam kedua, ketersediaan air dari sumber permukaan kerap menurun sehingga pasokan air tanah menjadi alternatif utama bagi petani untuk menjaga produktivitas pertanian.

Untuk memperluas manfaat program, Dody menegaskan bahwa pengembangan JIAT ke depan perlu dilakukan secara terintegrasi melalui pemetaan kebutuhan air pada seluruh kawasan pertanian potensial di Rote Ndao. Dengan perencanaan yang matang, pembangunan sumur-sumur JIAT baru dapat dilakukan secara bertahap, tepat sasaran, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Melalui pembangunan JIAT dan berbagai infrastruktur sumber daya air lainnya, menurut Dody, Kementerian PU berkomitmen menghadirkan layanan dasar yang andal, meningkatkan produktivitas pertanian, serta mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah 3T.

“Upaya ini juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan swasembada pangan sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional,” pungkasnya. (CHI)

Baca Juga: Jalan Lenteng Agung Ditutup, Dua Rute Transjakarta ke UI Dipersingkat

Oleh:

Share