JAKARTA, LINTAS – Kementerian Pekerjaan Umum memulai penggantian Jembatan Manyar Lama di Kabupaten Gresik sebagai bagian dari upaya peningkatan keselamatan dan keandalan jaringan jalan nasional.
Langkah ini diambil setelah kondisi struktur jembatan dinilai menurun dan berpotensi memengaruhi keamanan serta kenyamanan pengguna jalan.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pentingnya menjaga kualitas infrastruktur penghubung antarwilayah agar tetap optimal.
“Konektivitas jalan dan jembatan merupakan urat nadi kehidupan masyarakat dan perekonomian daerah,” ujar Dody dalam keterangannya yang dikutip Kamis (16/4/2026).



Jalur Strategis Jawa Timur
Menurutnya, penggantian jembatan merupakan tindakan preventif untuk memastikan jalur strategis di Jawa Timur tetap berfungsi dengan baik dan aman dalam jangka panjang.
Proyek penggantian jembatan memiliki panjang efektif sekitar 80 meter dan dibiayai melalui APBN Tahun Anggaran 2026 dengan nilai kontrak Rp 29,6 miliar.
Pelaksanaan konstruksi ditangani oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jatim-Bali bersama kontraktor PT Tri Jaya Cipta Makmur serta konsultan pengawas PT Aria Jasa Reksatama.
Baca Juga: Ada Proyek Besar di Stasiun Bogor, Penumpang KRL Wajib Tahu
Durasi pekerjaan ditetapkan selama 210 hari kalender dengan masa pemeliharaan 365 hari. Proyek ini ditargetkan selesai dan diserahterimakan pada awal September 2026, sementara masa pemeliharaan berlangsung hingga 30 Agustus 2027.
Selama proses konstruksi, Jembatan Manyar Lama ditutup total mulai 1 April hingga 31 Agustus 2026 untuk mendukung pembongkaran serta penggantian rangka baja jembatan secara menyeluruh. Sebagai solusi, arus kendaraan dialihkan ke Jembatan Manyar Baru yang diberlakukan dua arah dari sisi Gresik maupun Lamongan. (CHI)































