Home Berita MRT Fase 2A Tembus 62,68 Persen, Terowongan Bundaran HI-Kota Kian Terhubung

MRT Fase 2A Tembus 62,68 Persen, Terowongan Bundaran HI-Kota Kian Terhubung

Share

JAKARTA, LINTAS – Pembangunan MRT Jakarta Fase 2A Lin Utara-Selatan terus dikebut. Hingga 25 Juli 2026, progres konstruksi jalur yang menghubungkan kawasan Bundaran HI hingga Kota itu telah mencapai 62,68 persen, melampaui target sebesar 61,92 persen.

Kemajuan tersebut mencakup sejumlah paket pekerjaan, mulai dari pembangunan stasiun dan terowongan bawah tanah, pemasangan rel, sistem pendukung, hingga persiapan sarana perkeretaapian dan sistem pembayaran otomatis.

Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta (Perseroda), Rendy Primartantyo, mengatakan pembangunan Fase 2A terus menunjukkan perkembangan positif dan ditargetkan selesai secara bertahap sesuai pembagian segmennya.

“Per 25 Juli 2026, pembangunannya telah mencapai 62,68 persen dari target 61,92 persen,” ujar Rendy dikutip Jumat (14/8/2026).

PT MRT Jakarta menargetkan segmen pertama Bundaran HI–Harmoni dapat diselesaikan dan mulai beroperasi pada akhir 2027. Sementara itu, segmen kedua Harmoni–Kota ditargetkan rampung dan beroperasi pada akhir 2029.

Paket CP201 Hampir Rampung

Salah satu paket konstruksi yang telah menunjukkan progres tinggi adalah CP201, yang mencakup pembangunan Stasiun Thamrin dan Stasiun Monas. Hingga 25 Juli 2026, progres paket ini telah mencapai 93,90 persen, sedikit di atas target 93,89 persen.

Di Stasiun Thamrin, pekerjaan konstruksi telah memasuki tahap akhir. Tim proyek antara lain mengerjakan reinstatement area pejalan kaki di sekitar stasiun, pembangunan kembali halte Bus Raya Terpadu Transjakarta, instalasi mechanical, electrical, plumbing (MEP), pekerjaan atap, serta penyelesaian (finishing) area entrance 5, 7, dan 8.

Sementara di Stasiun Monas, pekerjaan meliputi penyelesaian interior dan akses entrance 2, reinstatement boks stasiun sisi utara, hingga tahapan pengujian sistem berupa system acceptance test dan partial acceptance test.

Rangkaian pekerjaan tersebut menjadi bagian dari persiapan pengoperasian segmen Bundaran HI–Harmoni yang ditargetkan pada akhir 2027.

Terowongan MRT Bundaran HI-Kota Mulai Terhubung

Perkembangan penting lainnya terlihat pada paket kontrak CP202 yang mencakup pembangunan terowongan serta Stasiun Harmoni, Sawah Besar, dan Mangga Besar. Hingga Juli 2026, progres paket tersebut telah mencapai 68 persen.

Paket CP202 menjadi salah satu bagian penting dalam pembangunan Fase 2A karena mencakup konstruksi terowongan dan stasiun bertingkat empat di bawah tanah.

Kemajuan signifikan terjadi ketika mesin bor terowongan atau Tunnel Boring Machine (TBM) 1 berhasil menembus sisi selatan Stasiun Mangga Besar.

Pencapaian tersebut membuat jalur terowongan arah utara dari Bundaran HI hingga Kota semakin terhubung dan menjadi salah satu tahapan penting menuju penyelesaian keseluruhan jaringan Fase 2A.

CP203 Capai 86,85 Persen

Sementara itu, paket CP203 yang berkaitan dengan pembangunan Stasiun Glodok dan Kota juga terus dikerjakan. Progres paket ini telah mencapai 86,85 persen.

Sejumlah pekerjaan yang masih berlangsung mencakup instalasi pipa dan kabel, plastering dan pengecatan, pemasangan panel ACP pada dinding, serta berbagai pekerjaan arsitektural lainnya.

Penyelesaian paket CP203 menjadi bagian penting untuk mencapai target operasional segmen Harmoni–Kota pada akhir 2029.

Grand Entrance Stasiun MRT Monas. Lintas/Rochimawati

Pengecoran Rel Terus Bergerak Menuju Monas

Tidak hanya pembangunan stasiun dan terowongan, pekerjaan sistem perkeretaapian juga menunjukkan kemajuan melalui paket CP205. Paket ini telah mencapai progres 52,45 persen, jauh di atas target 44,96 persen per 25 Juli 2026.

Pengecoran rel di terowongan arah utara dan selatan pada segmen Bundaran HI–Thamrin telah selesai, termasuk pada area peron Stasiun Thamrin. Pekerjaan selanjutnya diteruskan menuju Stasiun Monas. Hingga saat ini, pengecoran second track bed telah mencapai 3.465 track meter.

Untuk CP206 yang mencakup pengadaan rolling stock atau rangkaian kereta beserta sarana pendukungnya, proses telah memasuki tahap technical design.

Sedangkan CP207, yang mencakup sistem automatic fare collection (AFC) atau pembayaran dan pengumpulan tarif otomatis, sedang memasuki tahap persiapan commencement. Paket tersebut akan dikerjakan oleh Hitachi Sumitomo Consortium.

Hubungkan Bundaran HI hingga Kota

MRT Fase 2A Lin Utara-Selatan akan memperpanjang layanan MRT Jakarta dari Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta hingga Stasiun Kota dengan panjang sekitar 5,8 kilometer.

Jalur tersebut terdiri atas tujuh stasiun bawah tanah, yakni Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota.

Pembangunan Fase 2A dibagi menjadi dua segmen. Segmen pertama menghubungkan Bundaran HI hingga Harmoni dan ditargetkan selesai pada 2027. Sementara segmen kedua menghubungkan Harmoni hingga Kota dengan target penyelesaian pada 2029.

Proyek tersebut memiliki nilai pembangunan sekitar Rp 25,3 triliun dan dibiayai melalui pinjaman dalam kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Jepang.

Setelah Fase 2A, pengembangan MRT Jakarta direncanakan berlanjut melalui Fase 2B dari Kota menuju Depo Ancol Barat. Saat ini, proyek tersebut masih berada dalam tahap studi kelayakan atau feasibility study.

Tak Sekadar Membangun Stasiun

Pembangunan Fase 2A juga diarahkan untuk mengembangkan kawasan di sekitar stasiun melalui konsep transit-oriented development (TOD) atau kawasan berorientasi transit.

Konsep tersebut mengintegrasikan stasiun MRT dengan moda transportasi publik lainnya sekaligus mengembangkan kawasan yang mendukung aktivitas masyarakat.

Dengan pendekatan TOD, pembangunan tidak hanya berfokus pada penyediaan infrastruktur transportasi, tetapi juga menciptakan keterhubungan antara fungsi transit, manusia, bangunan, kegiatan ekonomi, dan ruang publik.

Integrasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemudahan akses masyarakat terhadap transportasi publik sekaligus mendukung peningkatan daya angkut penumpang MRT Jakarta. (CHI)

Baca Juga: Transjakarta Dapat Tambahan 5 Unit Kendaraan Transjakarta Cares, Perkuat Layanan Transportasi Inklusif

Oleh:

Share