Home Berita MRT Jakarta Mulai Siapkan Jalur Timur-Barat Medan Satria–Tomang

MRT Jakarta Mulai Siapkan Jalur Timur-Barat Medan Satria–Tomang

Share

JAKARTA, LINTAS – PT MRT Jakarta (Perseroda) terus memperluas jaringan transportasi massal untuk menjangkau lebih banyak kawasan di Jakarta dan wilayah penyangga. Salah satu proyek yang tengah disiapkan adalah pembangunan jalur MRT Timur-Barat yang menghubungkan Medan Satria hingga Tomang.

Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat mengatakan, persiapan pembangunan jalur tersebut saat ini terus dilakukan, termasuk proses pengadaan untuk sejumlah paket pekerjaan.

“Pada waktu yang bersamaan, paralel kita saat ini membangun jalur Timur-Barat Medan Satria-Tomang. Sekarang sedang dilakukan bidding untuk membangun beberapa paket pekerjaan,” kata Tuhiyat saat peresmian Stasiun MRT Blok A Visa, Selasa (11/8/2026).

Menurutnya, salah satu pekerjaan yang akan menjadi bagian dari pembangunan jalur tersebut adalah segmen bawah tanah. MRT Jakarta juga tengah mempersiapkan kebutuhan infrastruktur pendukung, termasuk alternatif depo di wilayah Jakarta Timur.

“Paket yang pertama kita akan lakukan adalah pembangunan underground section,” ujarnya.

Pengembangan jalur Timur-Barat menjadi bagian dari langkah MRT Jakarta memperluas konektivitas transportasi publik, tidak hanya di dalam wilayah Jakarta, tetapi juga menuju kawasan penyangga.

Membuka Kolaborasi

Tuhiyat mengatakan, MRT Jakarta juga membuka peluang kolaborasi dengan sejumlah daerah penyangga seperti Banten, Tangerang Selatan, hingga wilayah Jawa Barat.

“Kami akan lakukan juga kolaborasi dengan berbagai wilayah penyangga, apakah itu Banten, Tangerang Selatan dan sebagainya. Kita berjalan terus sampai dengan Jawa Barat,” ujarnya.

Ekspansi jaringan tersebut dilakukan seiring meningkatnya penggunaan MRT Jakarta. Sejak pertama kali beroperasi pada 2019, jumlah penumpang MRT Jakarta terus mengalami pertumbuhan.

Tuhiyat mengatakan, pada awal operasional jumlah pengguna MRT Jakarta berada di kisaran 70.000 penumpang per hari. Kini, jumlah tersebut telah mencapai sekitar 135.000 penumpang per hari.

Pertumbuhan ridership tersebut menjadi bagian dari upaya MRT Jakarta mendorong perubahan pola perjalanan masyarakat dari kendaraan pribadi menuju transportasi publik.

“Terus kita lakukan upaya untuk mengubah budaya, untuk mengubah kultur masyarakat, beralih dari kendaraan pribadi, shifting ke kendaraan publik,” kata Tuhiyat.

Untuk mempertahankan kepercayaan masyarakat, MRT Jakarta terus meningkatkan kualitas pelayanan. Salah satu indikatornya adalah ketepatan waktu perjalanan atau on time performance (OTP) yang disebut telah mencapai 99,9 persen.

“Performance yang lain adalah on time performance kita di 99,9 persen. Ini yang kita jual memang untuk publik, supaya pada saat dia menikmati perjalanan mempunyai ketepatan waktu yang sangat tepat untuk mereka,” ujarnya.

Pengembangan Kawasan di Sekitar MRT

Selain memperluas jaringan, MRT Jakarta juga menjalankan mandat pengembangan kawasan di sekitar stasiun melalui konsep pengembangan kawasan yang terintegrasi dengan transportasi publik.

Pengembangan tersebut dilakukan secara bertahap mulai dari kawasan selatan Jakarta hingga Jakarta Pusat dan Jakarta Utara.

Di kawasan Lebak Bulus, MRT Jakarta tengah menyiapkan pengembangan fasilitas, termasuk rencana pembangunan park and ride. Perusahaan juga berupaya mendapatkan investor untuk mendukung pembangunan kawasan.

Tuhiyat menjelaskan, pengembangan kawasan MRT Jakarta dilakukan dengan pendekatan creative financing, sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada pembiayaan yang bersumber dari fiskal daerah maupun negara.

“Doakan mudah-mudahan kita mendapatkan investor. Karena pembangunan pengembangan kawasan kami lakukan secara creative financing,” tuturnya.

Pengembangan juga dilakukan di kawasan Fatmawati dan Blok M. Di Blok M, MRT Jakarta menyiapkan pengembangan terminal dan kawasan di sekitarnya.

Sementara di Dukuh Atas, MRT Jakarta berencana membangun pedestrian deck yang menghubungkan empat kawasan yang saat ini belum terkoneksi secara optimal.

Tuhiyat menargetkan fasilitas tersebut dapat dinikmati masyarakat pada akhir 2028.

“Di Dukuh Atas kita ada rencana membangun pedestrian deck yang menghubungkan empat kawasan yang tidak terkoneksi sampai saat ini. Mudah-mudahan itu kita selesaikan, janji saya di akhir 2028 bisa dinikmati oleh publik,” katanya.

Di kawasan Bundaran HI, MRT Jakarta juga mengembangkan pedestrianisasi bawah tanah yang menghubungkan kawasan Bundaran HI menuju Jalan M.H. Thamrin dan Stasiun Bundaran HI.

Fasilitas tersebut memiliki luas lebih dari 4.000 meter persegi dan ditargetkan dapat dinikmati publik pada 2027.

Pengembangan kawasan selanjutnya juga diarahkan ke wilayah utara, termasuk kawasan Kota Tua dan sejumlah area lain yang masuk dalam koridor pengembangan MRT Jakarta. (CHI)

Baca Juga: MRT Jakarta dan Visa Resmikan “Naming Rights” Stasiun Blok A, Bawa Standar Global

Oleh:

Share