JAKARTA, LINTAS – PT MRT Jakarta (Perseroda) bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura, Surbana Jurong Group, dan Indonesia Investment Promotion Centre (IIPC) Singapore menggelar TOD Investment Forum 2026 di Kantor Kedutaan Besar Indonesia di Singapura, Kamis (24/9/2026).
Forum tahunan tersebut mempertemukan investor, pengembang, lembaga keuangan, pemerintah, serta mitra strategis untuk membahas peluang kerja sama investasi proyek Transit Oriented Development (TOD) yang dikembangkan MRT Jakarta dan sejumlah BUMD Provinsi DKI Jakarta.
Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta (Perseroda) Rendy Primartantyo mengatakan forum tahun ini mengusung tema “From Singapore to Jakarta: Capitalizing on Urban Density and Connectivity”. Pembahasan diarahkan pada pengembangan kawasan berbasis transit dan pertumbuhan kota berkelanjutan.
Forum terdiri atas dua sesi diskusi. Sesi pertama, “Building the Foundations of TOD”, menghadirkan Wasistho Soerono, Atika Nur Rahmania, Farchad Mahfud, Syahmudrian Lubis, Dr. Hotmangaradja Pandjaitan, dan Tuhiyat. Sementara sesi kedua, “Shaping Sustainable Urban Growth”, menghadirkan sejumlah pembicara internasional, yakni Wang Lai Meng, Richard Sprosen, Charles Arnal, Prof. Fong Chun Wah, dan Leonnardo Feneri.
Dalam forum tersebut, MRT Jakarta memaparkan sejumlah proyek TOD yang direncanakan, antara lain Kali Besar Heritage, Ultimate Development Blok M, Blok M Interchange, XGL Mixed-Use, serta Lebak Bulus Interchange Bus Terminal, Park and Ride, and Mixed Use.
Baca Juga: DPR Setujui Anggaran Kemenhub 2027, Rp 10,90 Triliun untuk Keselamatan

Menarik Investor Luar Negeri
Kepala Divisi Property Management MRT Jakarta M. Iqbal Bimo Arifianto mengatakan, untuk saat ini MRT Jakarta masih secara mandiri berupaya menarik minat investor, khususnya investor dari luar negeri.
“Untuk saat ini belum ada arah ke sana. MRT Jakarta masih berupaya sendiri untuk menggait (investor). Mungkin nanti ke depannya ada,” ujar Iqbal usai acara di Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Menurut dia, keterlibatan investor asing tidak hanya berkaitan dengan pembiayaan pembangunan kawasan. Kehadiran investor juga dapat membuka peluang transfer pengetahuan mengenai pengembangan kawasan perkotaan dari negara lain untuk diterapkan di Jakarta.
“Investor luar itu tidak hanya membantu membangun Jakarta, juga membantu dalam transfer knowledge. Bagaimana negara-negara di luar itu membangun kawasannya sehingga bisa diaplikasi di Jakarta,” katanya.
Forum ini turut disponsori PT Pembangunan Jaya Ancol, PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung, PT Transportasi Jakarta, PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek, dan PT Integrasi Transit Jakarta.
Penyelenggaraan forum investasi ini merupakan bagian dari agenda MRT Jakarta dalam memperluas jaringan investasi dan kerja sama di tingkat internasional. Kegiatan serupa telah dimulai sejak 2022 melalui TOD Forum di Jakarta dan dilanjutkan dengan forum investasi di Tokyo bersama KBRI Tokyo.
Pada 2023, TOD Forum mengangkat tema “What’s Next for Jakarta?” untuk membahas arah pengembangan Jakarta setelah tidak lagi berstatus sebagai ibu kota negara. Agenda investasi kemudian berlanjut melalui TOD Investment Forum 2024 di Tokyo, Jepang, serta TOD Forum 2025 di Jakarta yang mengangkat tema pelestarian kawasan cagar budaya.
Pada 2026, Singapura dipilih sebagai lokasi forum untuk memperluas jaringan investasi dan peluang kolaborasi MRT Jakarta di kawasan Asia Tenggara. (CHI)
Baca Juga: DPR Setujui Anggaran Kemenhub 2027, Rp 10,90 Triliun untuk Keselamatan











