JAKARTA, LINTAS – Kementerian Perhubungan kembali menghadirkan Program Mudik Gratis pada masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, mencakup moda darat, kereta api, dan laut.
Hal ini disampaikan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dalam Rapat Koordinasi Persiapan Penyelenggaraan Angkutan Nataru di Jakarta, Jumat (5/12/2025).
Dudy menjelaskan bahwa program mudik gratis tahun ini dirancang untuk memberikan kemudahan, kenyamanan, dan keselamatan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan ke kampung halaman.
“Program mudik gratis ini merupakan komitmen pemerintah untuk menghadirkan layanan transportasi yang aman dan terjangkau bagi masyarakat. Kami ingin memastikan mobilitas warga pada masa libur dapat berjalan lancar tanpa menambah beban biaya,” ujar Dudy.
Mudik Gratis Moda Darat
Direktorat Jenderal Perhubungan Darat menyediakan layanan mudik gratis dari Jakarta menuju 10 kota tujuan: Solo, Yogyakarta, Surabaya, Wonosobo, Semarang, Wonogiri, Cilacap, Purwokerto, Malang, dan Madiun.
Tahun ini tersedia 70 unit bus untuk mengangkut 3.080 penumpang, serta 2 unit truk untuk 60 sepeda motor.
Mudik Gratis Kereta Api
Direktorat Jenderal Perkeretaapian menyelenggarakan mudik motor gratis melalui dua lintasan, yaitu:
- Lintas utara: Jakarta Gudang – Semarang Tawang
- Lintas tengah: Jakarta Gudang – Purwosari
Selama 12 hari operasional, fasilitas ini akan mengangkut 12.720 penumpang dan 5.568 unit sepeda motor.
Mudik Gratis Moda Laut
Direktorat Jenderal Perhubungan Laut juga membuka program mudik gratis bagi 12.311 penumpang dengan total 57 rute pelayaran, guna melayani masyarakat yang pulang kampung melalui jalur laut.
Menhub Dudy menegaskan bahwa seluruh penyelenggaraan Angkutan Nataru harus berpegang pada empat faktor utama, keamanan dan keselamatan sebagai prioritas tertinggi, sinergi dan kolaborasi solid antarpemangku kepentingan, perhatian detail dari perencanaan hingga pelaksanaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi kejadian luar biasa.
“Jika empat faktor tersebut bisa kita pedomani dan laksanakan dengan baik, bukan tak mungkin Zero Accident dan Zero Fatality dapat terwujud,” tegas Menhub.
Imbauan Menghadapi Potensi Kepadatan
Dudy juga meminta seluruh pihak untuk mengantisipasi kepadatan di titik-titik rawan seperti kawasan wisata, jalur arteri yang memiliki pasar tumpah, serta perlintasan sebidang kereta api.
Baca Juga: Pergerakan Masyarakat pada Libur Nataru 2025/2026 Diprediksi Tembus 119 Juta Orang
“Sinergi dan kolaborasi antarlembaga perlu dilakukan secara intensif untuk memastikan kebijakan yang diterapkan berjalan seragam. Selain itu, hal ini juga penting agar operasional di lapangan dapat berlangsung aman dan terkendali,” pungkasnya. (CHI)





