JAKARTA, LINTAS – Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Astra Infra menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan infrastruktur hijau yang berkelanjutan melalui penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di seluruh lini bisnis perusahaan.
Komitmen tersebut sejalan dengan Astra 2030 Sustainability Aspirations dan diwujudkan melalui integrasi aspek lingkungan dalam pengelolaan operasional maupun pengembangan bisnis perusahaan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Astra Infra untuk menciptakan infrastruktur yang tidak hanya mendukung konektivitas, tetapi juga ramah terhadap lingkungan.
Head of Sustainability Management Astra Infra, Beny Priyatna Kusumah, mengatakan bahwa perusahaan secara konsisten menjalankan berbagai program keberlanjutan melalui Astra Infra ESG Roadmap 2030.
“Melalui Astra Infra ESG Roadmap 2030, kami secara konsisten berupaya mendukung pengurangan emisi, meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya, serta menjaga kelestarian lingkungan dalam operasional bisnis,” ujar Beny dikutip Jumat (5/6/2026).
Penggunaan Energi Terbarukan
Salah satu fokus utama perusahaan adalah peningkatan penggunaan energi terbarukan. Astra Infra telah mengimplementasikan berbagai inisiatif, mulai dari pemanfaatan biofuel B40, pemasangan panel surya, hingga penggunaan Renewable Energy Certificate (REC) di sejumlah wilayah operasional.
Hasilnya, sepanjang tahun 2025 Astra Infra berhasil memperoleh energi terbarukan sebesar 6.376 gigajoule atau setara 18,82 persen dari total konsumsi energi perusahaan. Capaian tersebut turut berkontribusi terhadap penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 52,16 persen dibandingkan baseline tahun 2019.
Menurut Benny, pada tahun 2025, total emisi gas rumah kaca Astra Infra tercatat sebesar 4.539 ton CO2e, menunjukkan kemajuan signifikan dalam upaya dekarbonisasi yang dilakukan perusahaan.
Selain fokus pada energi bersih, Astra Infra juga memperkuat pengelolaan sumber daya air dan limbah padat. Sepanjang 2025, intensitas penggunaan air berhasil ditekan hingga 61,88 persen dibandingkan tahun 2019.
Di sektor pengelolaan limbah, sebanyak 218 ton atau sekitar 59,8 persen limbah padat berhasil diolah melalui berbagai inisiatif berbasis prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R). Upaya ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mendukung ekonomi sirkular dan mengurangi beban lingkungan.
Program Penghijauan
Benny menjelaskan, komitmen terhadap pelestarian lingkungan juga diwujudkan melalui program penghijauan yang dilakukan secara berkelanjutan. Hingga tahun 2025, Astra Infra telah menanam sebanyak 258.644 pohon yang tersebar di berbagai kawasan sekitar ruas tol yang dikelola perusahaan.
“Program penghijauan tersebut diperkuat melalui penyelenggaraan Astra Infra Sustainability Fest 2025. Dalam kegiatan yang dihadiri sekitar 1.500 pengunjung itu, setiap kunjungan dikonversikan menjadi bibit tanaman yang kemudian ditanam sebagai bagian dari upaya rehabilitasi lingkungan,” tutur Benny.
Ia menambahkan, Astra Infra akan terus memperkuat berbagai inisiatif keberlanjutan guna meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). (CHI)
Baca Juga: MRT Jakarta Teken Kontrak Rp 341,5 Miliar, Sistem Tiket Canggih Segera Hadir

























