Home Berita Jelang Lebaran 2026, Kemenhub Uji Kelaikan Kapal Penumpang di Batam

Jelang Lebaran 2026, Kemenhub Uji Kelaikan Kapal Penumpang di Batam

Share

JAKARTA, LINTAS — Menjelang masa angkutan Lebaran 2026, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) menggelar uji petik atau pemeriksaan kelaiklautan kapal penumpang di sejumlah wilayah strategis. Salah satu fokus pengawasan dilakukan di Kota Batam, Kepulauan Riau.

Direktur Perkapalan dan Kepelautan Ditjen Hubla, Samsuddin, menegaskan bahwa uji petik bukan sekadar kegiatan administratif, melainkan langkah awal untuk memastikan keselamatan pelayaran sejak dini.

“Uji petik ini kami lakukan untuk memastikan seluruh kapal penumpang benar-benar laik laut sebelum memasuki masa angkutan Lebaran 2026. Keselamatan penumpang harus dipastikan sejak kapal masih sandar di pelabuhan,” ujar Samsuddin.

Moda Transportasi Utama

Melalui Direktorat Perkapalan dan Kepelautan (Ditkapel) bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam, uji petik dilaksanakan di tiga pelabuhan penumpang utama di Batam.

Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Tim Uji Petik Ditkapel, Capt. Maltus Jackline, didampingi Kepala Bidang Kelaiklautan Kapal KSOP Khusus Batam, Hendra Sucipto.

Kapal pertama yang diperiksa adalah kapal cepat Emerald of Dumai yang melayani rute Batam–Tanjung Balai Karimun–Dumai. Kapal tersebut menjadi salah satu moda transportasi utama bagi pergerakan masyarakat lintas pulau yang diproyeksikan mengalami peningkatan signifikan menjelang Lebaran.

19 Januari-19 Februari

Samsudin menjelaskan, uji petik kapal penumpang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia pada periode 19 Januari hingga 19 Februari 2026. Dari total 264 pelabuhan pantau, Ditkapel melakukan pemeriksaan langsung di 15 pelabuhan utama dengan volume angkutan laut tertinggi, termasuk Batam.

Menurut dia, Batam menjadi wilayah prioritas pengawasan karena karakteristiknya yang melayani angkutan penumpang domestik, lintas negara, serta kapal cepat yang tunduk pada konvensi keselamatan pelayaran internasional.

Baca Juga: WIKA Beton Garap Proyek MRT Jakarta Fase 2A Senilai Rp 409 Miliar

Saat ini, tercatat sebanyak 107 unit kapal penumpang beroperasi di wilayah kerja KSOP Khusus Batam yang tersebar di lima pelabuhan penumpang.

“Batam memiliki tingkat pergerakan penumpang yang tinggi, melayani kapal cepat, serta angkutan lintas negara yang terikat pada konvensi keselamatan internasional. Oleh karena itu, pengawasan keselamatan di wilayah ini harus dilakukan secara lebih ketat dan konsisten,” jelasnya.

Pelabuhan Domestik Sekupang

Selain kapal Emerald of Dumai di Pelabuhan Domestik Sekupang, tim uji petik juga melakukan pemeriksaan terhadap kapal Oecanna 18 di Pelabuhan Harbour Bay serta kapal MDM Express 09 di Pelabuhan Batam Center.

Pemeriksaan ini dilakukan sebagai bagian dari pengawasan menyeluruh terhadap kelaiklautan kapal penumpang menjelang masa angkutan Lebaran.

Dalam pelaksanaan uji petik, tim melakukan pemeriksaan komprehensif terhadap berbagai aspek kelaiklautan kapal, mulai dari kondisi lambung dan mesin, alat navigasi, hingga kelengkapan serta fungsi alat keselamatan bagi penumpang dan awak kapal.

Samsuddin menegaskan bahwa seluruh operator kapal wajib memastikan setiap peralatan keselamatan berfungsi optimal tanpa pengecualian, terutama menjelang periode puncak angkutan.

“Keselamatan tidak mengenal toleransi. Prinsip kami jelas, zero compromise for safety. Setiap kapal yang beroperasi harus memenuhi seluruh persyaratan keselamatan sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Pentingnya Sinergi

Ia juga menekankan pentingnya sinergi dan kepatuhan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari regulator, operator kapal, hingga nakhoda, dalam mewujudkan pelayaran yang aman dan andal.

“Keselamatan pelayaran adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah melakukan pengawasan, operator wajib mematuhi aturan, dan nakhoda memegang tanggung jawab penuh saat kapal berlayar membawa penumpang,” pungkas Samsudin. (CHI)

Baca Juga: Transjakarta Pastikan Bus Tergenang Air dalam Video Viral Bukan Armada Resmi

Oleh:

Share