JAKARTA, LINTAS – PT Hutama Karya (Persero) kembali menegaskan perannya dalam pembangunan infrastruktur strategis nasional. BUMN karya ini resmi menandatangani kontrak pembangunan Jembatan Penghubung Pulau Kalimantan–Pulau Laut pada Senin, 22 Desember, di Gedung Kementerian Pekerjaan Umum.
Proyek ini menjadi langkah konkret pemerintah untuk memperkuat konektivitas wilayah sekaligus mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Selatan.
Penandatanganan kontrak tersebut menjadi tonggak awal dimulainya tahap konstruksi jembatan yang akan menghadirkan akses darat yang lebih andal, aman, dan berkelanjutan antara Pulau Kalimantan dan Pulau Laut. Infrastruktur ini diharapkan mampu melengkapi sistem transportasi yang sudah ada, sekaligus menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat dan logistik di wilayah tersebut.
Kontrak pembangunan ditandatangani oleh EVP Divisi Sipil Umum Hutama Karya, Rizky Agung, bersama mitra kerja sama operasi (KSO). Sejumlah pejabat penting turut hadir, antara lain Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin, Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif, Bupati Kotabaru Muhammad Rusli, serta Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Roy Rizali Anwar. Hadir pula jajaran Direktorat Jenderal Bina Marga, Direktur Operasi I Hutama Karya Agung Fajarwanto, serta pimpinan BUMN Karya lainnya.
Infrastruktur Strategis Kalsel
Direktur Jenderal Bina Marga Roy Rizali Anwar menegaskan bahwa penandatanganan kontrak dan nota kesepakatan ini menjadi fondasi penting bagi pembangunan infrastruktur strategis di Kalimantan Selatan.
Menurutnya, kesepakatan tersebut memperkuat kolaborasi lintas instansi dalam pembangunan jembatan, pengembangan koridor Lintas Tengah Pulau Laut, serta penataan jalur Banjarbaru–Tanah Bumbu agar lebih aman, lancar, dan sesuai standar.
Ia menyampaikan bahwa sinergi tersebut diharapkan mampu memastikan pelaksanaan konstruksi berjalan secara profesional dan akuntabel, sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan perekonomian daerah.
Proyek Jembatan Penghubung Pulau Kalimantan–Pulau Laut dirancang sebagai infrastruktur kunci yang akan menjadi penghubung darat utama antara dua wilayah tersebut. Keberadaan jembatan ini tidak hanya mempersingkat waktu tempuh, tetapi juga meningkatkan efisiensi distribusi barang dan jasa, khususnya untuk mendukung aktivitas ekonomi di kawasan Pulau Laut dan sekitarnya.
Dalam proyek ini, Hutama Karya dipercaya sebagai pemimpin konsorsium dalam skema kerja sama operasi. Penunjukan tersebut mencerminkan tingkat kepercayaan pemerintah terhadap kapabilitas Hutama Karya dalam mengelola proyek infrastruktur strategis berskala besar, khususnya di sektor jalan dan jembatan.
Dari sisi teknis, jembatan ini memiliki total panjang lebih dari 1.000 meter. Struktur tersebut terdiri dari bentang utama sekitar 500 meter dengan desain jembatan cable stayed, serta bentang pendekat sepanjang lebih dari 500 meter. Jembatan ini juga akan dilengkapi dua pylon dengan ketinggian kurang lebih 100 meter dan menggunakan beton mutu tinggi untuk menjamin kekuatan serta daya tahan struktur.
Untuk mendukung efektivitas dan keselamatan pelaksanaan proyek, Hutama Karya menerapkan teknologi Building Information Modeling (BIM). Teknologi ini berperan penting dalam meningkatkan efisiensi perencanaan, pengendalian konstruksi, serta meminimalkan risiko selama proses pembangunan berlangsung.
Manfaat Strategis bagi Masyarakat
Dalam kesempatan terpisah, Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menyampaikan bahwa penandatanganan kontrak ini menjadi tahapan krusial bagi perseroan untuk segera memulai pelaksanaan proyek secara terukur dan profesional. Ia menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga ketepatan mutu, waktu, serta penerapan aspek keselamatan kerja.
Lebih lanjut, Mardiansyah menjelaskan bahwa pembangunan Jembatan Penghubung Pulau Kalimantan–Pulau Laut akan membawa manfaat strategis bagi masyarakat. Dampaknya mencakup peningkatan kelancaran mobilitas, distribusi logistik yang lebih efisien, perluasan akses layanan publik, hingga penguatan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.
Keberadaan jembatan ini juga diharapkan mendorong tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru serta meningkatkan daya tarik investasi di Kalimantan Selatan. Dengan konektivitas yang semakin baik, wilayah Pulau Laut dan sekitarnya berpotensi berkembang menjadi simpul ekonomi baru yang terintegrasi dengan kawasan lain di Kalimantan.
“Melalui proyek ini, Hutama Karya berkomitmen menghadirkan infrastruktur yang berperan sebagai pengungkit pertumbuhan ekonomi, memperkuat keterhubungan antarwilayah, serta mendukung pemerataan pembangunan nasional,” tutup Mardiansyah melalui keterangan resminya. (GIT)
Baca Juga: Saat Stasiun Menjadi Galeri: Scenic Art Station Warnai Aktivitas di BNI City





