Home Berita Tol Prosiwangi Seksi 1 dan 2 Sepanjang 24 Km Siap Beroperasi

Tol Prosiwangi Seksi 1 dan 2 Sepanjang 24 Km Siap Beroperasi

Share

JAKARTA, LINTAS – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan pengoperasian Jalan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi) Seksi 1 dan Seksi 2 sepanjang total 24 kilometer yang telah menyelesaikan seluruh pekerjaan konstruksi.

Kehadiran ruas tol ini diharapkan memperkuat konektivitas kawasan Tapal Kuda di Jawa Timur, memperlancar mobilitas masyarakat, sekaligus meningkatkan efisiensi distribusi logistik dan pertumbuhan ekonomi di wilayah timur Pulau Jawa.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan pembangunan jalan tol tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur transportasi, tetapi juga menjadi instrumen strategis untuk pemerataan pembangunan serta penguatan ekonomi daerah dan nasional.

“Pembangunan jalan tol selalu memiliki arti strategis, tidak hanya bagi infrastruktur fisik, tetapi juga bagi penguatan fondasi ekonomi nasional,” tutur Dody, Kamis (5/8/2026).

Secara keseluruhan, Jalan Tol Prosiwangi memiliki panjang 175,40 kilometer dan dikelola oleh PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT). Jalan tol ini dibangun dalam tujuh seksi, yakni:

  • Seksi 1 Suko–Kraksaan sepanjang 12,8 kilometer;
  • Seksi 2 Kraksaan–Paiton sepanjang 11,2 kilometer;
  • Seksi 3 Paiton–Besuki sepanjang 25,6 kilometer;
  • Seksi 4 Besuki–Situbondo sepanjang 42,3 kilometer;
  • Seksi 5 Situbondo–Asembagus sepanjang 16,7 kilometer;
  • Seksi 6 Asembagus–Bajulmati sepanjang 37,4 kilometer; dan
  • Seksi 7 Bajulmati–Ketapang sepanjang 29,2 kilometer.

Saat ini, Seksi 1 dan Seksi 2 yang menghubungkan Suko hingga Paiton melalui Kraksaan telah merampungkan seluruh pekerjaan konstruksi dan mengantongi Sertifikat Laik Operasi (SLO).

Sementara itu, pembangunan Seksi 3 dari Paiton menuju Besuki masih menjalani proses Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO). Progres tersebut menunjukkan pengembangan Tol Prosiwangi terus bergerak menuju tersambungnya koridor jalan tol di kawasan timur Pulau Jawa.

Selain mempercepat konektivitas antarwilayah, Tol Prosiwangi juga diyakini mampu membuka akses yang lebih luas menuju kawasan industri, pusat distribusi, serta berbagai destinasi pariwisata unggulan di Banyuwangi dan sekitarnya. Kehadiran infrastruktur ini diharapkan menjadi katalis pertumbuhan ekonomi di wilayah timur Jawa Timur.

Penyempurnaan Simpang Susun Gending Jadi Tahap Akhir

Meski Seksi 1 dan Seksi 2 telah mengantongi Sertifikat Laik Operasi, pengoperasian Tol Prosiwangi masih menunggu penyempurnaan hasil Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO) pada Simpang Susun Gending.

Simpang susun tersebut merupakan titik penghubung antara Jalan Tol Pasuruan–Probolinggo (Paspro) dengan Jalan Tol Prosiwangi sehingga menjadi elemen penting sebelum ruas tol dibuka untuk masyarakat.

Pemeriksaan ULFO telah dilaksanakan pada 16–17 Juli 2026 guna memastikan simpang susun beserta seluruh fasilitas pendukungnya memenuhi standar keselamatan, kelayakan fungsi, serta kesiapan operasional.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, Tim ULFO masih menemukan sejumlah aspek yang memerlukan penyempurnaan oleh PT Trans Jawa Paspro Jalan Tol selaku badan usaha jalan tol.

Menanggapi hasil evaluasi tersebut, PT Trans Jawa Paspro Jalan Tol menyatakan akan segera menindaklanjuti seluruh rekomendasi Tim ULFO. Penyempurnaan akan dilakukan sebagai bagian dari pemenuhan seluruh persyaratan sebelum dilakukan evaluasi lanjutan menuju pengoperasian penuh Jalan Tol Prosiwangi. (CHI)

Baca Juga: Penumpang Commuter Line Stasiun Citeras Banten Naik, Dipicu Perumahan dan Kawasan Wisata

Oleh:

Share