Home Berita Bangun Jalan dan Irigasi, PU Siapkan Wanam Papua Jadi Sentra Pangan Baru

Bangun Jalan dan Irigasi, PU Siapkan Wanam Papua Jadi Sentra Pangan Baru

Share

JAKARTA, LINTAS – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat pembangunan infrastruktur di kawasan Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, sebagai bagian dari pengembangan Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN).

Pembangunan tersebut difokuskan pada penyediaan infrastruktur sumber daya air dan konektivitas guna mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan pembangunan di Wanam tidak hanya berorientasi pada penyelesaian infrastruktur fisik, tetapi juga diarahkan untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Di Wanam, kita tidak sedang membangun jalan dan saluran air semata. Kita sedang membuka jalan hidup baru bagi masyarakat. Ada ibu-ibu yang ingin berasnya tumbuh dari kampung sendiri, ada anak-anak yang ingin berangkat sekolah dengan lebih nyaman, dan ada warga yang ingin punya pekerjaan dari tanahnya sendiri. Itu yang harus kita jaga,” kata Dody dikutip Rabu (8/7/2026).

Pertanian Produktif

Menurutnya, keberadaan infrastruktur sumber daya air dan konektivitas menjadi fondasi penting agar kawasan yang sebelumnya berupa rawa dapat berkembang menjadi lahan pertanian yang produktif.

“Kalau airnya ada, lahan bisa hidup. Kalau jalannya terbuka, hasil panen bisa keluar. Kalau masyarakat ikut bekerja dan ekonominya bergerak, maka pembangunan ini bukan hanya terlihat di peta, tetapi terasa sampai ke rumah-rumah warga. Bagi saya, di situlah arti infrastruktur yang sebenarnya,” kata dody.

Untuk mendukung pengembangan kawasan tersebut, Kementerian PU membangun jaringan irigasi primer, bangunan pintu air, drainase primer dan sekunder, serta infrastruktur pengendalian banjir guna menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian.

Di sektor konektivitas, Kementerian PU juga membangun Jalan Wanam–Muting sepanjang 138,5 kilometer, koridor Jalan Merauke–Kaliki–Nakias–Bade sepanjang 206,2 kilometer, serta koridor Wogikel–Wanam sepanjang 11,93 kilometer.

Pembangunan jalan tersebut diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat, mempercepat distribusi hasil pertanian, menekan biaya logistik, serta meningkatkan akses menuju fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, pasar, dan pusat kegiatan ekonomi.

Kegiatan Pertanian

Hingga awal Juli 2026, progres pembangunan infrastruktur sumber daya air telah mencapai 27,36 persen, sedangkan pembangunan jalan dan konektivitas mencapai 22 persen. Seluruh pekerjaan dipersiapkan untuk mendukung kegiatan pertanian sekaligus mendorong tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru di Papua Selatan.

Kepala Kampung Wanam, Kosmas Sirilus Dawi Gaise, mengatakan pembangunan kawasan mulai mengubah pola pikir masyarakat yang selama ini lebih mengandalkan hasil berburu dan menangkap ikan.

Menurutnya, masyarakat kini mulai melihat sektor pertanian sebagai sumber penghidupan baru yang dapat memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus meningkatkan pendapatan.

“Dulu kami pikirannya masih berburu dan mencari ikan. Sekarang masyarakat mulai terbuka wawasannya. Kami melihat pertanian ini bisa jadi pekerjaan, hasilnya bisa kami makan sendiri, dan juga bisa dijual. Kami ingin kampung ini berubah menjadi lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Balai Wilayah Sungai Papua Merauke, Nonce Saman, mengatakan pemerintah tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga akan memberikan pendampingan kepada masyarakat agar mampu mengelola sistem irigasi dan mengembangkan pertanian secara berkelanjutan.

“Kami tidak hanya menyelesaikan pekerjaan konstruksi. Kami juga akan mendampingi masyarakat, mengajarkan cara mengelola air irigasi dan bertani bersama. Harapannya, masyarakat di sini bisa menjadi petani yang mandiri, perekonomiannya meningkat, dan pembangunan ini benar-benar memberi manfaat jangka panjang,” kata Nonce.

Aktivitas Masyarakat

Salah seorang warga Kampung Wogikel, Mamak Ema, berharap pembangunan yang dilakukan pemerintah dapat terus berlanjut, termasuk peningkatan kualitas jalan di kampungnya.

Menurutnya, jalan yang baik akan mempermudah aktivitas masyarakat sekaligus memberikan akses yang lebih aman bagi anak-anak menuju sekolah.

“Kalau program ini jalan terus, kami berharap kampung ini juga maju. Masyarakat bisa kerja, anak-anak juga lebih mudah ke sekolah kalau jalannya bagus. Harapan kami jalan di kampung bisa diaspal. Kalau hujan, jalannya berlumpur, anak-anak kadang tidak bisa ke sekolah karena jatuh di jalan,” ujar Mamak Ema. (CHI)

Baca Juga: Kementerian PU Perkuat Mitigasi El Nino di Jawa Barat

Oleh:

Share