JAKARTA, LINTAS – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat penanganan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) pascabencana di Provinsi Aceh guna memulihkan layanan air bersih bagi masyarakat terdampak.
Hingga awal Juli 2026, progres pembangunan di sejumlah kabupaten terus menunjukkan perkembangan positif sesuai target dengan berbagai strategi percepatan yang diterapkan di lapangan.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan pemulihan infrastruktur dasar pascabencana menjadi salah satu prioritas pemerintah agar masyarakat dapat segera kembali menikmati layanan air minum yang layak dan berkelanjutan.
“Proses pemulihan terus berjalan dan menunjukkan progres yang positif. Namun fokus kami tidak hanya pada percepatan penyelesaian, melainkan juga memastikan kualitas hasil pemulihan agar lebih tangguh, tepat sasaran, dan berkelanjutan,” kata Dody dikutip Rabu (8/7/2026).
SPAM Pascabencana
Salah satu paket pekerjaan utama yang tengah dilaksanakan adalah Penanganan SPAM Pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang I, Aceh Utara, Aceh Tengah, dan Gayo Lues. Proyek yang dikerjakan Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Aceh, Direktorat Jenderal Cipta Karya itu memiliki nilai kontrak sebesar Rp 516,59 miliar.
Hingga 1 Juli 2026, progres fisik proyek telah mencapai 37,59 persen. Pekerjaan mencakup pembangunan dan peningkatan empat sistem SPAM melalui pembangunan lima sumur bor dangkal, 25 sumur bor dalam, tiga Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru dengan total kapasitas 250 liter per detik (Lps), serta satu titik tapping jaringan PDAM.
Untuk mempercepat penyelesaian proyek, kontraktor menerapkan sejumlah langkah strategis, mulai dari penambahan tenaga kerja dan jam kerja, percepatan proses engineering serta persetujuan desain secara paralel, penggunaan struktur baja untuk bangunan compact, prefabrikasi komponen IPA baja, hingga penambahan alat berat berupa crane.
Nilai Kontrak Rp 246,69 Miliar
Selain itu, Kementerian PU juga menangani paket SPAM Pascabencana Kabupaten Aceh Tamiang II, Aceh Timur, dan Kota Langsa dengan nilai kontrak Rp 246,69 miliar. Hingga awal Juli 2026, progres fisik proyek telah mencapai 35,22 persen.
Paket tersebut meliputi pembangunan empat sistem SPAM yang dilengkapi 10 sumur bor dangkal, 20 sumur bor dalam, satu sumber air permukaan, satu titik tapping PDAM, serta dua IPA baru dengan total kapasitas 70 liter per detik.
Sementara itu, penanganan SPAM pascabencana di Kabupaten Pidie Jaya, Bireuen, dan Bener Meriah memiliki nilai kontrak sebesar Rp 526,42 miliar. Progres fisik proyek hingga 1 Juli 2026 telah mencapai 39,52 persen.
Lingkup pekerjaan mencakup pembangunan sembilan sistem SPAM melalui pembangunan satu sumur bor dangkal, 50 sumur bor dalam, satu sumber air permukaan, serta tiga IPA baru dengan total kapasitas 160 liter per detik.
Secara rinci, pekerjaan meliputi pembangunan IPA berkapasitas 40 Lps untuk SPAM Meureudu dan rehabilitasi SPAM Ulim di Kabupaten Pidie Jaya, pembangunan IPA 2×50 Lps untuk SPAM Teupin Mane serta rehabilitasi SPAM Bukit Mulia di Kabupaten Bireuen, serta pembangunan IPA 20 Lps untuk SPAM Lampahan dan rehabilitasi SPAM Janarata di Kabupaten Bener Meriah. (CHI)
Baca Juga: Kementerian PU Perkuat Mitigasi El Nino di Jawa Barat















