SERANG, LINTAS – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau langsung penanganan Ruas Jalan Nasional Serdang–Bojonegara–Merak di Kabupaten Serang, Banten, Senin (6/7/2026) malam. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan proses perbaikan jalan berjalan sesuai rencana sekaligus menyiapkan pengembangan ruas strategis tersebut menjadi empat lajur.
Dalam peninjauan itu, Menteri Dody didampingi Gubernur Banten Andra Soni dan Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas. Ketiganya berdiskusi mengenai kondisi ruas jalan yang menjadi jalur utama masyarakat sekaligus akses vital menuju kawasan industri, pelabuhan, dan pertambangan di wilayah Banten.
Gubernur Andra Soni menjelaskan bahwa ruas Serdang–Bojonegara–Merak memiliki peran penting bagi aktivitas masyarakat sehari-hari. Selain menjadi akses kendaraan logistik, jalan tersebut juga digunakan pelajar, masyarakat yang menuju fasilitas kesehatan, hingga warga yang beraktivitas di kawasan sekitar.
“Yang utama bagi kami adalah kepentingan masyarakat. Anak-anak sekolah melewati jalan ini, masyarakat menuju fasilitas kesehatan juga melalui ruas ini. Mereka harus menjadi prioritas. Saat kawasan industri dibangun, seharusnya infrastruktur pendukung juga telah dipersiapkan,” ujar Andra Soni.


Menurutnya, kehadiran Menteri PU menjadi bukti keseriusan pemerintah pusat dalam menangani persoalan infrastruktur di Banten.
“Kehadiran Pak Menteri menunjukkan bahwa harapan masyarakat didengar. Dari sisi teknis, solusi penanganannya pun sudah mulai dijalankan,” katanya.
Penanganan Jalan Rp 138 Miliar
Pelaksana Tugas Direktur Preservasi Wilayah I Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PU, Vidi Ferdian, mengatakan ruas Jalan Nasional Serdang–Bojonegara–Merak memiliki panjang total 31,42 kilometer. Dari total tersebut, sepanjang 18,93 kilometer saat ini tengah ditangani melalui program preservasi jalan.
Proyek tersebut dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan nilai mencapai Rp 138 miliar menggunakan skema Multiyears Contract (MYC) 2025–2027.
“Penanganan dilakukan hingga tahun 2027. Rekonstruksi menggunakan perkerasan beton (rigid pavement) dengan ketebalan 30 sentimeter agar mampu menahan tingginya beban kendaraan berat yang melintas setiap hari,” jelas Vidi.
Ruas tersebut selama ini menjadi jalur utama kendaraan logistik dari dan menuju kawasan industri Bojonegara, area pertambangan atau quarry, hingga Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ).
Disiapkan Menjadi Empat Lajur
Selain melakukan perbaikan jalan, Kementerian PU juga menyiapkan rencana pelebaran ruas menjadi empat lajur untuk mengurangi kemacetan sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Menteri Dody menjelaskan, pada tahap awal pelebaran akan memanfaatkan ruang sempadan jalan yang tersedia, yakni sekitar satu meter di sisi kiri dan kanan jalan sehingga lebar badan jalan menjadi sekitar 11 meter.
“Dari hasil diskusi dengan Pak Gubernur dan Pak Wakil Bupati, kami berharap ruas ini nantinya dapat ditingkatkan menjadi empat lajur,” ujar Dody.
Pengembangan jalan direncanakan sepanjang sekitar 10 kilometer, mulai dari Simpang Seruni hingga Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ). Namun, salah satu tantangan utama adalah keterbatasan lahan karena banyak bangunan berada di sisi jalan.
Untuk itu, Pemerintah Provinsi Banten tengah menyusun Detailed Engineering Design (DED), sementara pemerintah daerah akan mendukung proses penyediaan lahan. Setelah DED selesai, Kementerian PU akan menyiapkan skema pendanaan pembangunan.
“Kami akan melihat DED terlebih dahulu. Setelah itu kami akan berkoordinasi dengan Kementerian PPN/Bappenas terkait pendanaannya,” kata Dody.
Masyarakat Tetap Menjadi Prioritas
Menteri Dody menegaskan bahwa peningkatan kapasitas jalan bukan hanya untuk mendukung aktivitas industri, tetapi juga memastikan masyarakat memperoleh akses transportasi yang lebih aman dan nyaman.
“Yang paling penting, masyarakat tetap menjadi prioritas. Anak-anak yang berangkat ke sekolah, masyarakat yang menuju rumah sakit, maupun pengguna jalan lainnya harus tetap dapat beraktivitas dengan aman. Di sisi lain, kawasan industri juga harus terus bergerak agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Banten,” ujarnya.
Selain pelebaran jalan, pemerintah juga merencanakan pembangunan jembatan pada sejumlah titik serta membuka peluang pembangunan fasilitas penerangan jalan apabila dinilai diperlukan dalam satu paket pekerjaan.
Sementara itu, Gubernur Andra Soni menyatakan Pemerintah Provinsi Banten telah mengalokasikan anggaran untuk penyusunan DED yang ditargetkan rampung pada akhir 2026. Ia berharap sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, dan pelaku industri dapat mempercepat realisasi pelebaran ruas Serdang–Bojonegara–Merak.
“Kondisi jalan ini sudah tidak lagi memadai untuk mendukung kawasan industri sekaligus melayani mobilitas masyarakat. Karena itu diperlukan kolaborasi semua pihak agar pelebaran jalan dapat segera diwujudkan,” pungkas Andra. (CHI)
Baca Juga: Lahan Belum Tuntas, Proyek Akses Tol Patimban Paket 1 Diperkirakan Mundur hingga 2027















