JAKARTA, LINTAS – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengambil langkah serius menghadapi musim kemarau demi menjaga produktivitas pertanian. Menteri PUPR Dody Hanggodo menyebutkan bahwa sawah tadah hujan menjadi perhatian utama karena hanya mengandalkan curah hujan untuk bercocok tanam.
“Sebagian besar sawah kita masih tergantung pada musim hujan. Maka, kami perkuat jaringan air tanah dan siapkan pompa-pompa dalam,” jelas Dody saat Konsultasi Regional Kementerian PUPR, Jumat (9/5/2025).
Menurutnya, pompa akan dibangun hingga kedalaman 60 meter untuk menjangkau sumber air tanah. Dengan begitu, ketika musim kering tiba, air tetap bisa dipasok ke sawah agar tetap bisa ditanami dua hingga tiga kali dalam setahun.
Langkah ini dilakukan secara kolaboratif bersama Kementerian Pertanian dan pemerintah daerah. Dody menekankan bahwa sinergi antarinstansi menjadi kunci untuk menjaga ketahanan pangan nasional.
“Ini bagian dari upaya kami mendukung target Presiden Prabowo untuk mencapai swasembada pangan,” tambahnya.
Sementara itu, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyoroti pentingnya infrastruktur multifungsi. Usai kunjungan ke Bendungan Cirata dan Jatiluhur, AHY mengusulkan pemanfaatan bendungan tidak hanya untuk irigasi, tetapi juga sebagai sumber energi terbarukan, pengendali banjir, hingga destinasi wisata.
“Infrastruktur harus bisa menopang banyak sektor. Termasuk olahraga air dan pariwisata lokal,” kata AHY.
Upaya ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam menciptakan ketahanan air, pangan, dan energi secara berkelanjutan. (GIT)
Baca Juga: MRT Jakarta Mulai Bangun Terowongan Terdalam di Indonesia, Target Beroperasi 2029































