JAKARTA, LINTAS – Kementerian Pekerjaan Umum mempercepat penyelesaian rehabilitasi dan renovasi tiga madrasah di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya.
Hingga 23 April 2026, progres fisik proyek tersebut telah mencapai 89,79 persen dan ditargetkan segera dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Tiga madrasah yang direvitalisasi melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yakni MTsS Al-Maarif 2 dan MIS MI Muhammadiyah 1 di Kabupaten Sorong, serta MTsS Al-Fath di Kabupaten Fakfak.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan bahwa pembangunan sarana pendidikan merupakan prioritas pemerintah untuk memperluas pemerataan layanan pendidikan, khususnya di daerah terpencil.
“Sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, pendidikan menjadi pilar utama pembangunan. Kami terus mendorong renovasi dan rehabilitasi fasilitas pendidikan agar seluruh anak Indonesia mendapat akses pendidikan yang berkualitas,” kata Dody dikutip Jumat (24/4/2026).




Anggaran APBN Rp 9,56 Miliar
Pekerjaan renovasi dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Prasarana Strategis dengan dukungan anggaran APBN sebesar Rp 9,56 miliar. Program ini juga merupakan bagian dari implementasi Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan dan revitalisasi pendidikan dari PAUD hingga pendidikan menengah serta digitalisasi pembelajaran.
Melalui pembaruan fasilitas tersebut, pemerintah menargetkan terciptanya lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan layak bagi siswa maupun tenaga pendidik. Upaya ini diharapkan turut meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus memperkuat pemerataan akses pendidikan di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya.
Dody menambahkan, Kementerian PU berkomitmen untuk terus mendukung pembangunan sumber daya manusia melalui penyediaan infrastruktur pendidikan yang memadai, terutama di wilayah yang masih membutuhkan peningkatan layanan dasar. (CHI)
Baca Juga: Menteri Dody Lantik 3 Pejabat Baru di Kementerian PU































