Home Berita Hutama Karya Pulihkan Layanan Air Bersih Pascabencana di Sumatera Barat

Hutama Karya Pulihkan Layanan Air Bersih Pascabencana di Sumatera Barat

Share

JAKARTA, LINTAS – PT Hutama Karya (Persero) terus mempercepat penanganan tanggap darurat dan rehabilitasi infrastruktur air bersih di Sumatera Barat pascabanjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada November 2025.

Melalui proyek Penanganan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Pascabencana di Kabupaten Agam, Kabupaten Pesisir Selatan, dan Kota Padang, perusahaan berupaya mengembalikan layanan air bersih bagi masyarakat yang terdampak.

Plt. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, mengatakan proyek tersebut merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mempercepat pemulihan kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak bencana.

“Penanganan SPAM Pascabencana di Sumatera Barat menjadi salah satu prioritas utama kami untuk mengembalikan hak masyarakat atas akses air bersih yang sempat terputus akibat banjir bandang. Melalui penanganan cepat di titik-titik kritis seperti Palukahan dan Guo Kuranji, kami berhasil mempercepat normalisasi layanan bagi puluhan ribu sambungan rumah dan kawasan huntara,” ujar Hamdani dikutip Jumat (5/6/2026) dari web Hutama Karya.

Pola Swakelola

Proyek yang dilaksanakan melalui pola swakelola dan kemitraan lokal tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan kebutuhan dasar masyarakat setelah bencana mengakibatkan kerusakan serius pada jaringan distribusi air minum.

Banjir bandang yang terjadi akhir tahun lalu menyebabkan putusnya sejumlah jaringan perpipaan utama serta merusak berbagai fasilitas milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dan Penyedia Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas). Kerusakan tersebut berdampak langsung terhadap layanan air bersih yang menjadi kebutuhan vital masyarakat.

Di Kabupaten Agam, kerusakan terjadi pada enam SPAM PDAM dan delapan SPAM Perdesaan/Pamsimas. Kabupaten Pesisir Selatan mengalami kerusakan pada enam SPAM PDAM dan dua SPAM Perdesaan/Pamsimas. Sementara di Kota Padang, terdampak enam SPAM PDAM, satu SPAM Universitas Andalas, serta lima titik sumur bor.

Hasil investigasi teknis menunjukkan sejumlah titik mengalami kerusakan kritis yang memerlukan penanganan segera. Di Kota Padang, kerusakan terparah terjadi pada SPAM Palukahan, di mana pipa transmisi berdiameter 400 mm sepanjang sekitar satu kilometer dari intake menuju Instalasi Pengolahan Air (IPA) terputus akibat banjir bandang. Selain itu, pipa transmisi di kawasan Balai Gadang sepanjang 200 meter juga mengalami kerusakan, disertai rusaknya mercu bendung eksisting di SPAM Guo Kuranji.

Sementara itu, di Kabupaten Agam, selain kerusakan pada jaringan pipa SPAM Batu Kambing, terdapat kebutuhan mendesak pembangunan jaringan perpipaan untuk mendukung enam lokasi hunian sementara (huntara). Kebutuhan serupa juga dilakukan pada dua lokasi huntara di Kabupaten Pesisir Selatan.

Tanggap Darurat

Merespons kondisi tersebut, Hutama Karya segera mengerahkan tim tanggap darurat ke lapangan. Untuk wilayah kabupaten, pengerjaan dilakukan melalui dukungan subkontraktor yang diperkuat tim survei dan teknis, sedangkan penanganan di Kota Padang dilakukan secara swakelola.

Pada titik kritis Guo Kuranji, tim membangun mercu sementara menggunakan material geotekstil woven tiga lapis yang diperkuat batu boulder agar suplai air menuju instalasi pengolahan tetap berjalan. Sementara di SPAM Batu Kambing, tim berhasil mengumpulkan kembali pipa-pipa yang hanyut akibat banjir untuk kemudian dipasang ulang.

Meski pekerjaan dilakukan dengan metode konstruksi konvensional, tantangan logistik cukup besar karena banyak lokasi berada jauh dari akses transportasi utama. Untuk mengatasinya, material yang digunakan dipilih agar mudah diangkut secara manual oleh pekerja.

Hamdani menambahkan, Hutama Karya juga mendatangkan tenaga terampil dari luar daerah guna meningkatkan kapasitas pekerja lokal melalui transfer pengetahuan. Di sisi lain, perusahaan berupaya meminimalkan dampak lingkungan dengan membersihkan sisa tanah galian setiap hari serta menutup kembali area perkebunan dan persawahan warga yang dilalui jalur pipa setelah pekerjaan selesai.

Upaya percepatan tersebut membuahkan hasil nyata. Saat ini, akses air bersih telah kembali tersedia bagi 399 kepala keluarga yang tinggal di delapan lokasi hunian sementara. Selain itu, perbaikan pipa transmisi Palukahan dan jaringan distribusi Balai Gadang berhasil menormalkan pasokan air bagi 21.082 sambungan rumah dalam waktu kurang dari 30 hari sejak pekerjaan dimulai.

Penanganan darurat melalui pembangunan mercu sementara di SPAM Guo Kuranji juga berhasil menjaga pasokan air bersih bagi sekitar 6.312 sambungan pelanggan aktif.

Dalam pelaksanaannya, Hutama Karya berkoordinasi erat dengan Kementerian Pekerjaan Umum, khususnya Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Provinsi Sumatera Barat, Satker Pelaksanaan Cipta Karya, serta PPK Air Minum. Pengawasan proyek turut melibatkan manajemen konstruksi dari Ciriajasa Engineering & Consultant serta didukung penuh oleh PDAM setempat dan masyarakat sekitar.

Pemberdayaan Warga Lokal

Sebanyak 65 persen tenaga kerja yang terlibat atau sekitar 83 orang berasal dari masyarakat lokal, menunjukkan komitmen perusahaan dalam memberdayakan warga setempat selama proses pemulihan berlangsung.

Seluruh pekerjaan rehabilitasi dan penanganan darurat ini ditargetkan selesai pada 22 Desember 2026. Untuk memastikan ketahanan jangka panjang, seluruh bangunan permanen dirancang mengikuti standar desain banjir rencana Q50 sehingga mampu menghadapi risiko bencana serupa di masa mendatang.

Menurut Hamdani, berbagai tantangan di lapangan mulai dari kondisi geografis hingga keterbatasan tenaga terampil terus diantisipasi melalui mobilisasi tim teknis yang adaptif dan pelibatan aktif masyarakat lokal.

“Kami berharap infrastruktur yang telah dipulihkan ini dapat dirawat dan dioperasikan bersama oleh masyarakat serta PDAM sehingga memberikan manfaat jangka panjang bagi warga,” tuturnya. (CHI)

Baca Juga: IJD Bongas–Bantarwaru Capai 86 Persen, Warga dan Kawasan Industri Siap Nikmati Jalan Mulus

Oleh:

Share