Home Berita Sekolah Rakyat di DKI dan Banten Hampir Rampung, Siap Dipakai Juli 2026

Sekolah Rakyat di DKI dan Banten Hampir Rampung, Siap Dipakai Juli 2026

Share

JAKARTA, LINTAS – PT Hutama Karya (Persero) memastikan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Banten memasuki tahap akhir. Seluruh fasilitas pendidikan ditargetkan siap difungsikan untuk menyambut dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027 pada pertengahan Juli 2026.

Pembangunan tersebut merupakan penugasan dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sebagai bagian dari program prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan memperluas akses pendidikan bagi masyarakat prasejahtera sekaligus memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan yang berkualitas dan inklusif.

Pelaksana Tugas (Plt.) Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, mengatakan penyelesaian proyek tepat waktu menjadi prioritas karena berkaitan langsung dengan dimulainya kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran baru.

“Fokus kami memastikan setiap fasilitas Sekolah Rakyat benar-benar fungsional dan aman digunakan tepat pada tahun ajaran baru. Kecepatan yang kami kejar tidak pernah kami tukar dengan kualitas, karena bangunan ini harus mampu menjadi rumah kedua yang layak bagi anak-anak dalam jangka panjang,” ujar Hamdani dikutip dari web Hutama Karya, Senin (6/7/2026).

Sudah Mencapai 100 Persen

Proyek dengan progres paling cepat berada di Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan. Sekolah Rakyat yang dibangun di atas lahan seluas 2,94 hektar dengan total luas bangunan mencapai 29.529 meter persegi itu kini telah memasuki tahap penyelesaian akhir.

Hampir seluruh bangunan, mulai dari gedung sekolah, asrama siswa, kantin, gedung serbaguna, hingga fasilitas pendukung lainnya telah mencapai progres mendekati 100 persen. Hutama Karya menargetkan seluruh fasilitas siap difungsikan pada 10 Juli 2026.

Saat ini, pekerjaan yang masih berlangsung meliputi penyelesaian detail akhir seperti pengecatan, pemasangan daun pintu dan jendela, serta penyelesaian plafon.

Sementara itu, pembangunan Sekolah Rakyat di Provinsi Banten berlangsung di dua lokasi, yakni Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak. Kedua kawasan pendidikan tersebut masing-masing berdiri di atas lahan seluas 11,26 hektar dan 8,89 hektar.

Utamakan Fasilitas Utama

Progres pembangunan di kedua lokasi juga telah memasuki tahap finishing. Hutama Karya memprioritaskan penyelesaian fasilitas utama agar dapat segera digunakan untuk kegiatan belajar mengajar saat awal tahun ajaran, sementara penyelesaian kawasan secara keseluruhan akan terus dilakukan hingga tuntas.

Sebagai sekolah berkonsep pendidikan terpadu berasrama, Sekolah Rakyat di DKI Jakarta maupun Banten dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, mulai dari gedung sekolah jenjang SD, SMP, dan SMA, asrama siswa, rumah susun guru, masjid, gedung serbaguna, bangunan utilitas, hingga penataan kawasan.

Seluruh fasilitas tersebut dirancang dalam satu kawasan yang terintegrasi guna mendukung proses belajar mengajar sekaligus pembentukan karakter peserta didik, khususnya bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

Tiga Shift

Untuk mengejar target tersebut, Hutama Karya menerapkan sistem kerja tiga shift selama 24 jam di seluruh proyek Sekolah Rakyat yang dikerjakannya. Perusahaan juga terus menambah jumlah tenaga kerja secara bertahap hingga mencapai kebutuhan maksimal menjelang 7 Juli 2026.

Hingga awal Juli 2026, ribuan pekerja telah dikerahkan di tiga lokasi proyek Sekolah Rakyat di DKI Jakarta dan Banten. Pekerjaan saat ini difokuskan pada penyelesaian arsitektur, instalasi mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP), serta penataan lanskap dan akses menuju bangunan.

Hamdani menegaskan, penyelesaian proyek Sekolah Rakyat menjadi bentuk dukungan nyata Hutama Karya terhadap program prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan. (CHI)

Baca Juga: Progres Tol Akses Patimban Paket 4 Capai 74,5 Persen, Dua Kendala Ini Dikebut

Oleh:

Share