Home Berita KAI Group Layani 259 Juta Pelanggan pada Semester I 2026

KAI Group Layani 259 Juta Pelanggan pada Semester I 2026

Share

JAKARTA, LINTAS – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Group mencatat kinerja positif sepanjang Semester I 2026 dengan melayani 258.993.359 pelanggan, meningkat 7,55 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 240.805.920 pelanggan. Selain itu, layanan angkutan barang juga menunjukkan performa kuat dengan volume pengiriman mencapai 32.498.043 ton.

Peningkatan tersebut mencerminkan semakin besarnya kepercayaan masyarakat terhadap transportasi berbasis rel, sekaligus mempertegas peran KAI dalam mendukung mobilitas masyarakat, konektivitas antardaerah, aktivitas ekonomi, hingga kelancaran rantai pasok nasional.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, mengatakan pertumbuhan jumlah pelanggan menjadi indikator bahwa kereta api semakin menjadi pilihan utama masyarakat untuk berbagai kebutuhan perjalanan.”Sepanjang Semester I 2026, KAI Group melayani 258,99 juta pelanggan. Angka ini menunjukkan bahwa kereta api semakin dipilih masyarakat untuk perjalanan yang aman, terjangkau, dan terintegrasi. Bagi KAI, pertumbuhan ini perlu selalu diikuti dengan peningkatan keselamatan, kualitas layanan, dan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Bobby.

Pada layanan kereta api jarak jauh dan lokal yang dikelola KAI, jumlah pelanggan mencapai 29.858.267 orang, meningkat 8,72 persen dibandingkan Semester I 2025. Sementara itu, KAI Commuter melayani 204.151.200 pelanggan, atau tumbuh 6,58 persen.

Pertumbuhan juga terjadi pada berbagai layanan lainnya. LRT Jabodebek melayani 16.018.911 pelanggan, meningkat 22,84 persen dibandingkan tahun sebelumnya. KA Makassar–Parepare mencatat 172.015 pelanggan, sedangkan KAI Wisata membukukan pertumbuhan tertinggi dengan 164.743 pelanggan atau naik 64,45 persen.

Menurut Bobby, beragamnya pertumbuhan di setiap layanan menunjukkan bahwa kebutuhan pelanggan semakin kompleks, mulai dari perjalanan kerja, sekolah, bisnis, wisata, hingga akses menuju bandara.

“KAI Group terus memperkuat layanan sesuai karakter pelanggan di masing-masing segmen. Ada pelanggan komuter yang membutuhkan ketepatan dan kapasitas, pelanggan antarkota yang membutuhkan kenyamanan, pelanggan wisata yang mencari pengalaman perjalanan, serta masyarakat daerah yang membutuhkan transportasi publik yang terjangkau,” katanya.

Perluas Konektivitas

Sepanjang Semester I 2026, KAI juga menghadirkan sejumlah layanan baru untuk meningkatkan konektivitas antardaerah. Mulai 1 Mei 2026, KAI mengoperasikan KA Sangkuriang relasi Bandung–Ketapang pulang pergi yang menghubungkan Jawa Barat dengan Banyuwangi melalui sejumlah kota di Pulau Jawa.

Selanjutnya, pada 18 Juni 2026, KAI meluncurkan KA Pandalungan 2 relasi Gambir–Jember pulang pergi sebagai tambahan pilihan perjalanan menuju wilayah Tapal Kuda.

Di wilayah perkotaan, Stasiun Jakarta International Stadium (JIS) mulai melayani naik turun penumpang Commuter Line Tanjung Priok sejak 22 Juni 2026. Dalam sepekan pertama operasionalnya, stasiun tersebut telah melayani 4.203 pengguna.

Peningkatan layanan juga dilakukan pada KA Rajabasa relasi Kertapati–Tanjungkarang. Selama Januari hingga Juni 2026, layanan ini mengangkut 439.984 pelanggan, naik 36,44 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Untuk memenuhi tingginya permintaan masyarakat, rangkaian KA Rajabasa diperpanjang dari lima menjadi delapan kereta sehingga kapasitas meningkat dari 530 menjadi 848 tempat duduk. Mulai 4 Juli 2026, layanan tersebut juga menggunakan Kereta Ekonomi Premium Modifikasi yang menawarkan kursi individual, pendingin udara sentral, stop kontak, serta kenyamanan perjalanan yang lebih baik.

Sementara itu, pembukaan layanan di sejumlah stasiun baru juga mendapat respons positif. Selama April–Juni 2026, Stasiun Comal melayani 11.996 pelanggan, Stasiun Plabuan 814 pelanggan, dan Stasiun Rajapolah 528 pelanggan.

Angkutan Barang Terus Menguat

Di sektor logistik, KAI mengangkut 32,50 juta ton barang, terdiri atas 26,53 juta ton batu bara dan 5,96 juta ton komoditas nonbatu baraUntuk meningkatkan kapasitas layanan di Sumatra, KAI telah mendatangkan 1.080 gerbong datar hingga Semester I 2026.

Selain itu, KAI menghadirkan KA Brumbung Cargo sebagai alternatif distribusi logistik nasional berbasis rel. Pada Semester I 2026, angkutan peti kemas mencapai 2,62 juta ton dengan kapasitas hingga 800 ton dalam satu rangkaian.

“Layanan barang menjadi salah satu kontribusi penting KAI bagi perekonomian. Kereta api memiliki keunggulan kapasitas, keteraturan jadwal, dan konektivitas lintas wilayah. Karena itu, penguatan layanan barang terus kami dorong agar dapat memberi nilai tambah bagi dunia usaha dan rantai pasok nasional,” kata Bobby.

Keselamatan dan Ekonomi Kerakyatan

Dalam aspek keselamatan, KAI berhasil menutup 172 perlintasan sebidang prioritas selama Semester I 2026 sebagai bagian dari upaya menekan risiko kecelakaan di jalur kereta api.

“Keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap layanan KAI. Penutupan 172 perlintasan prioritas merupakan langkah penting untuk menekan potensi risiko di jalur kereta api,” ujar Bobby.

KAI juga terus memperkuat layanan yang mendukung ekonomi masyarakat. Kereta Petani Pedagang di lintas Rangkasbitung–Merak telah melayani 26.074 pelanggan sepanjang Januari–Juni 2026. Sementara layanan Kereta Ekonomi Kerakyatan mencatat 56.908 pelanggan sepanjang tahun berjalan.

Menurut Bobby, kedua layanan tersebut dirancang untuk memudahkan masyarakat yang membawa hasil pertanian, barang dagangan, maupun perlengkapan usaha sehingga aktivitas ekonomi dapat berlangsung lebih tertib dan efisien.

Dorong Transportasi Berkelanjutan

Pada bidang keberlanjutan, KAI mempercepat transformasi energi melalui penggunaan biodiesel menuju B50 sebagai bagian dari peta jalan dekarbonisasi 2025–2030. Program ini diperkirakan mampu mengurangi emisi hingga 133.676 ton CO₂e.

Selain itu, perusahaan juga terus mengoptimalkan aset melalui pengembangan ruang komersial di stasiun, seperti Space by KAI, pengembangan tenant, serta kerja sama bisnis yang diharapkan mampu meningkatkan pengalaman pelanggan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di sekitar kawasan stasiun.

“KAI melihat stasiun sebagai bagian penting dari ekosistem perjalanan. Pelanggan membutuhkan akses yang baik, fasilitas yang nyaman, layanan yang mudah, dan ruang yang memberi nilai tambah. Karena itu, penguatan layanan, digitalisasi, keselamatan, logistik, ekonomi rakyat, energi rendah emisi, dan pengembangan ruang stasiun kami jalankan sebagai satu agenda transformasi,” tutur Bobby.

Menghadapi Semester II 2026, KAI menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan, memperkuat integrasi antarmoda, mengembangkan bisnis logistik, serta memperluas manfaat transportasi kereta api bagi masyarakat.

“Terima kasih kepada seluruh pelanggan yang telah menjadikan kereta api sebagai bagian dari perjalanan sehari-hari. KAI Group akan terus menjaga kepercayaan ini melalui layanan yang semakin aman, nyaman, mudah diakses, dan memberi manfaat luas bagi masyarakat serta perekonomian Indonesia,” pungkas Bobby. (CHI)

Baca Juga: Proyek Akses Tol Patimban Paket 3 Dikebut, Kendala Material Mulai Teratasi

Oleh:

Share