SUBANG, LINTAS – Operasional Pelabuhan Patimban terus menunjukkan perkembangan positif sepanjang 2026. Setelah terminal kendaraan menjadi tulang punggung aktivitas ekspor-impor, kini terminal peti kemas memasuki fase penting menuju operasi penuh yang diproyeksikan dimulai pada akhir tahun ini.
Kepala Seksi Lalu Lintas dan Angkutan Laut dan Usaha Kepelabuhan KSOP Kelas II Patimban, Hadi S. Arif, mengatakan perkembangan tersebut menjadi indikator semakin matangnya peran Patimban sebagai salah satu simpul logistik nasional sekaligus gerbang ekspor-impor baru Indonesia.
“Secara umum perkembangan operasional Pelabuhan Patimban menunjukkan tren yang positif dan semakin menunjukkan perannya yang semakin matang. Terminal kendaraan saat ini menjadi tulang punggung operasional, sedangkan terminal peti kemas sedang memasuki fase transisi menuju operasi penuh,” ujar Hadi saat diwawancarai Majalah Lintas di Kantor KSOP Kelas II Patimban, Selasa (30/6/2026).
Menurut Hadi, aktivitas ekspor-impor kendaraan utuh (Completely Built Up/CBU) masih mendominasi layanan pelabuhan. Selain kendaraan penumpang, pengiriman alat berat dan kendaraan niaga juga terus mengalami peningkatan.
Trial Call
Sementara itu, sejumlah perusahaan pelayaran internasional dijadwalkan melakukan trial call di terminal peti kemas pada Juli 2026. Kehadiran kapal-kapal tersebut menjadi langkah awal sebelum terminal beroperasi secara penuh.
Peralatan utama berupa container crane dijadwalkan tiba pada akhir September 2026 untuk selanjutnya menjalani pemasangan, pengujian, hingga proses commissioning. Setelah seluruh tahapan selesai, terminal peti kemas ditargetkan beroperasi penuh pada akhir 2026 dan diharapkan semakin siap untuk memasuki fase operasi komersial secara bertahap pada awal 2027.

Hadi menjelaskan lokasi strategis Patimban di kawasan Metropolitan Rebana menjadi salah satu keunggulan utama. Kawasan tersebut diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan industri baru di Jawa Barat, termasuk industri otomotif dan kendaraan listrik yang membutuhkan layanan logistik berkapasitas besar.
“Patimban disiapkan untuk memperkuat konektivitas industri, khususnya di Jawa Barat, dengan pasar nasional maupun internasional. Dalam jangka panjang pelabuhan ini akan melengkapi peran pelabuhan yang sudah ada sekaligus memperkuat sistem logistik nasional,” katanya.
Menurutnya, dalam jangka panjang Pelabuhan Patimban juga diproyeksikan melengkapi peran Pelabuhan Tanjung Priok sehingga distribusi logistik nasional menjadi lebih seimbang sekaligus meningkatkan daya saing ekspor Indonesia. (PAH/CHI/ROY)
Baca Juga: Tol Akses Patimban Dipercepat, Distribusi Logistik Jawa Barat Bakal Lebih Cepat















