Home Berita Jalan Tol Trans Sumatera Makin Ramai, Kinerja Hutama Karya Melesat

Jalan Tol Trans Sumatera Makin Ramai, Kinerja Hutama Karya Melesat

Share

JAKARTA, LINTAS – Kinerja pengelolaan jalan tol PT Hutama Karya (Persero) terus menunjukkan tren positif, seiring meningkatnya konektivitas jaringan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang menjadi proyek strategis nasional.

Selain memperkuat akses antarwilayah di Pulau Sumatera, keberadaan JTTS juga memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan bisnis perusahaan.

Hingga pertengahan 2026, Hutama Karya telah membangun JTTS sepanjang sekitar 1.185 kilometer. Dari total panjang tersebut, 829 kilometer telah beroperasi, sementara 356 kilometer masih dalam tahap konstruksi, termasuk jalan tol pendukung pembangunan.

Saat ini, Hutama Karya mengelola 14 ruas tol di Indonesia yang mayoritas merupakan bagian dari JTTS, serta dua ruas tol di Pulau Jawa, yakni Tol JORR Seksi S dan Tol Akses Tanjung Priok.

Direktur Keuangan Hutama Karya, Eka Setya Adrianto, mengatakan bahwa perkembangan jaringan JTTS berdampak langsung pada peningkatan kinerja operasional dan keuangan perusahaan.

“JTTS dibangun bukan hanya untuk membuka akses dan meningkatkan konektivitas serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat di Sumatra, tetapi juga untuk menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan bagi perusahaan melalui pengelolaan jalan tol yang produktif. Dari sisi operasional, kami melihat tren yang semakin positif, baik melalui pertumbuhan trafik, peningkatan pendapatan jalan tol, maupun membaiknya profitabilitas bisnis jalan tol,” ujarnya dikutip dari web Hutama Karya, Rabu (24/6/2026).

Kondisi Normal

Peningkatan konektivitas JTTS tercermin dari pertumbuhan volume lalu lintas yang terus meningkat. Pada periode Lebaran 2026, trafik JTTS, termasuk ruas yang dikelola PT Hutama Marga Waskita (Hamawas), melonjak 69,5 persen dibandingkan kondisi normal dan tumbuh 9,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Lonjakan trafik tersebut menjadi salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan pendapatan jalan tol. Sepanjang 2025, pendapatan jalan tol Hutama Karya, termasuk kontribusi Hamawas, meningkat sekitar 26,8 persen dibandingkan 2024. Jika dibandingkan dengan 2023, kenaikannya mencapai sekitar 35,7 persen.

Kontribusi bisnis jalan tol terhadap pendapatan konsolidasian perusahaan juga terus membesar, dari 11,58 persen pada 2024 menjadi 16,83 persen pada 2025. Salah satu contoh peningkatan trafik yang signifikan terjadi di Ruas Tol Sigli–Banda Aceh.

Setelah Seksi 1 Padang Tiji–Seulimeum dioperasikan secara fungsional, ruas tersebut mencatat kenaikan Lalu Lintas Harian Rata-Rata (LHR) hingga 229 persen, jauh melampaui target perusahaan.

Menurut Adri, pertumbuhan trafik yang tinggi menunjukkan bahwa semakin terhubungnya jaringan JTTS berbanding lurus dengan meningkatnya minat masyarakat menggunakan jalan tol.

Tak hanya pendapatan, kinerja operasional bisnis jalan tol juga mengalami penguatan. Pada 2025, Operating Income Jalan Tol meningkat sekitar 9,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kontribusinya terhadap Operating Income konsolidasian perusahaan mencapai 39,65 persen.

Sementara itu, Earnings After Tax (EAT) atau laba setelah pajak dari bisnis jalan tol berhasil berbalik positif pada 2025 setelah sebelumnya masih berada di posisi negatif pada 2023 dan 2024. Capaian ini menunjukkan semakin matangnya operasional ruas-ruas tol yang dikelola Hutama Karya.

Mobilitas Harian

Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan, menegaskan bahwa manfaat JTTS tidak hanya dirasakan perusahaan, tetapi juga masyarakat luas. Menurutnya, jalan tol telah membantu memangkas waktu tempuh perjalanan, memperlancar distribusi logistik, membuka akses menuju pusat ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan pariwisata, serta menciptakan peluang usaha baru di berbagai daerah.

“Bagi masyarakat, JTTS bukan hanya infrastruktur jalan, tetapi penghubung aktivitas dan harapan. Jalan tol membantu perjalanan menjadi lebih cepat dan nyaman, membuka ruang ekonomi baru, memperkuat konektivitas antardaerah, serta mendekatkan masyarakat dengan berbagai layanan dan peluang yang sebelumnya membutuhkan waktu lebih panjang untuk dijangkau,” kata Iwan.

Manfaat tersebut juga dirasakan langsung oleh pengguna jalan. Titha Monica Hardi, salah satu pengguna JTTS, mengaku keberadaan Tol Pekanbaru–Dumai sangat membantu mobilitas hariannya menuju Duri. Sementara saat pulang kampung ke Padang, ia memanfaatkan Tol Pekanbaru–XIII Koto Kampar dan Tol Padang–Sicincin yang membuat perjalanan lebih cepat dan efisien.

Ke depan, Hutama Karya berkomitmen terus meningkatkan kualitas layanan jalan tol melalui optimalisasi sistem transaksi, kesiapan petugas lalu lintas, pemanfaatan teknologi Intelligent Traffic System (ITS), hingga penguatan pengawasan melalui Command Center.

“Fokus kami tidak hanya membangun dan menyambungkan ruas, tetapi juga memastikan ruas tol yang telah beroperasi mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi pengguna jalan, masyarakat, serta keberlanjutan bisnis perusahaan,” tutur Iwan. (CHI)

Baca Juga: Citilink Kolaborasi dengan Perusahaan Fintech, Livery Pesawat Khusus Resmi Diluncurkan

Oleh:

Share