Home Berita Tinjau Proyek Sekolah Rakyat Mamuju, Menteri PU Pacu Penyelesaian hingga Akhir Agustus 2026

Tinjau Proyek Sekolah Rakyat Mamuju, Menteri PU Pacu Penyelesaian hingga Akhir Agustus 2026

Share

JAKARTA, LINTAS – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menargetkan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, rampung pada akhir Agustus 2026. Target tersebut disampaikan setelah meninjau langsung progres pembangunan sekolah berasrama gratis yang menjadi bagian dari program prioritas nasional untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat.

Saat meninjau lokasi proyek pada Senin (3/8/2026), Menteri Dody memastikan proses pembangunan terus dipercepat meski sempat menghadapi tantangan teknis, terutama kondisi tanah berbatu yang memperlambat pekerjaan fondasi.

“Memang kendalanya kemarin tanahnya keras, sehingga perlu waktu cukup lama untuk bikin fondasinya. Di samping ada beberapa kendala teknis lainnya. Ini lagi terus kita percepat. Mudah-mudahan akhir Agustus ini sudah selesai,” ujar Dody.

Kementerian PU mencatat, hingga 2 Agustus 2026 progres fisik pembangunan Sekolah Rakyat Mamuju telah mencapai 91,27 persen dari target 95,98 persen. Proyek tersebut dikerjakan oleh PT Hutama Karya (Persero) dengan melibatkan 1.621 tenaga kerja di lapangan.

Koordinasi dengan TNI

Menurut Dody, percepatan penyelesaian proyek akan dilakukan melalui peningkatan koordinasi dengan TNI untuk menambah tenaga kerja, sekaligus memperkuat dukungan dari jajaran direksi PT Hutama Karya sebagai kontraktor pelaksana.

“Untuk percepatan kita akan berkoordinasi lagi dengan TNI untuk menambah tenaga dan direksi BUMN Karya dalam hal ini PT Hutama Karya,” katanya.

Salah satu tantangan utama pembangunan sekolah tersebut adalah kondisi tanah berbatuan di lokasi proyek. Untuk mengatasinya, kontraktor menerapkan metode pre-boring berbatu, yakni teknik pengeboran awal menggunakan diameter lebih kecil sebelum pemasangan tiang pancang.

Metode tersebut dilakukan untuk memecah lapisan tanah keras sehingga tiang pancang dapat dipasang dengan aman tanpa mengalami kerusakan akibat benturan. Langkah ini dinilai menjadi solusi teknis agar kualitas konstruksi tetap terjaga sekaligus mempercepat penyelesaian pekerjaan.

Lahan Seluas 8,03 Hektar

Dody juga menjelaskan bahwa pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat di berbagai daerah tidak dilakukan secara bersamaan. Jadwal pelaksanaannya disesuaikan dengan kesiapan masing-masing pemerintah daerah, baik dari sisi ketersediaan peserta didik maupun tenaga pendidik.

Sekolah Rakyat Mamuju dibangun di Kecamatan Simboro dan Kepulauan di atas lahan seluas 8,03 hektar dengan total luas bangunan mencapai 40.958 meter persegi. Fasilitas pendidikan ini dirancang sebagai sekolah berasrama yang dilengkapi sarana modern untuk menunjang proses belajar mengajar.

Kompleks sekolah mencakup gedung pendidikan jenjang SD, SMP, dan SMA, asrama siswa, rumah susun guru, gedung serbaguna, tempat ibadah, masjid, guest house, kantin, hingga dapur umum. Selain itu tersedia dua lapangan basket serta sistem pengawasan CCTV yang beroperasi selama 24 jam guna mendukung keamanan kawasan sekolah. (CHI)

Baca Juga: Tanggul Sementara Lumpur Sidoarjo Diperkuat, Permanen Ditarget Rampung Akhir 2026

Oleh:

Share