JAKARTA, LINTAS – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh menyelesaikan penanganan tiga jembatan yang terdampak banjir bandang di Aceh. Penanganan dilakukan untuk memulihkan konektivitas pada Koridor Lintas Timur Aceh yang menghubungkan Banda Aceh–Medan.
Tiga jembatan tersebut yakni Jembatan Krueng Meureudu di Kabupaten Pidie Jaya, Krueng Tingkeum di Kabupaten Bireuen, dan Ulee Langa di Kabupaten Aceh Utara. Sebelumnya, penanganan darurat dilakukan dengan menyediakan jembatan sementara atau bailey sambil membangun jembatan permanen.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan pemulihan jembatan di wilayah terdampak bencana penting untuk menjaga akses masyarakat, distribusi logistik, aktivitas ekonomi, dan proses pemulihan pascabencana.
“Kementerian PU terus berusaha agar akses jalan dan jembatan ditangani secepat mungkin,” kata Dody.
Menurut Dody, infrastruktur jalan dan jembatan memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di wilayah terdampak bencana.
“Jalan dan jembatan merupakan urat nadi pergerakan masyarakat hingga distribusi logistik,” ujarnya.


Akses Tetap Dibuka
Berdasarkan data BPJN Aceh per 14 September 2026, dua jembatan telah rampung dan fungsional. Jembatan Krueng Meureudu memiliki panjang 61,8 meter dan berada pada ruas Batas Kota Sigli–Kota Bireuen.
Sementara itu, Jembatan Ulee Langa memiliki panjang 16,6 meter dan berada pada ruas Batas Kota Lhokseumawe/Aceh Utara–Peureulak.
Adapun Jembatan Krueng Tingkeum dengan panjang 149 meter memiliki skala penanganan lebih besar. Hingga 14 September 2026, progres pekerjaannya telah mencapai 99,14 persen.
Pekerjaan yang masih tersisa meliputi pemasangan andesit untuk pedestrian, pengaspalan, serta marka jalan. Jembatan tersebut ditargetkan kembali fungsional pada 20 September 2026.
Dody menegaskan akses yang tetap terbuka dibutuhkan agar kegiatan masyarakat, perekonomian, distribusi logistik, dan pemulihan pascabencana dapat berjalan dengan baik.
“Pemulihan infrastruktur vital” menjadi bagian dari upaya Kementerian PU memastikan jembatan yang terdampak bencana dapat kembali berfungsi dan dimanfaatkan masyarakat secara optimal.(CHI)












