JAKARTA, LINTAS – Pemerintah mengebut pembangunan Proyek Sekolah Rakyat (SR) agar siap digunakan pada tahun ajaran baru 2026. Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan bahwa setiap proyek harus memenuhi target waktu, mutu, dan keselamatan kerja.
Dalam berbagai kunjungan lapangan, Dody memberikan arahan langsung kepada pelaksana proyek agar pembangunan berjalan sesuai standar. Ia menekankan bahwa proyek pendidikan ini memiliki dampak besar bagi masa depan generasi muda Indonesia.
“Saya ingin setiap pembangunan Sekolah Rakyat tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga memenuhi standar kualitas terbaik serta mengedepankan keselamatan kerja. Ini menyangkut masa depan generasi bangsa,” ujar Dody.
Percepatan oleh Kontraktor Pelaksana
Sebagai kontraktor pelaksana, PT Brantas Abipraya menyambut arahan tersebut sebagai bentuk penguatan pengawasan sekaligus motivasi untuk meningkatkan kinerja di lapangan.



Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Dian Sovana, menyatakan pihaknya langsung melakukan berbagai langkah percepatan, mulai dari penguatan pengawasan teknis hingga optimalisasi manajemen proyek dan disiplin penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Ia menjelaskan, dinamika dalam proyek konstruksi merupakan hal wajar. Namun, perusahaan memastikan setiap tantangan direspons melalui evaluasi menyeluruh dan strategi percepatan agar penyelesaian tetap sesuai kontrak.
Di sejumlah lokasi proyek, pekerjaan bahkan dilakukan siang dan malam dengan tenaga kerja yang bisa mencapai 500 orang secara bergantian.
“Di balik setiap progres yang terlihat, ada kerja keras luar biasa dari tim di lapangan. Mereka bekerja tanpa mengenal waktu dalam berbagai kondisi demi memastikan proyek ini selesai tepat sasaran,” ungkap Dian, Senin (20/4/2026).
Dukungan terhadap Agenda Nasional
Percepatan pembangunan Sekolah Rakyat menjadi bagian dari kontribusi nyata perusahaan dalam mendukung agenda pembangunan nasional, termasuk Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemerataan akses pendidikan.
“Semangat di lapangan mencerminkan bahwa pembangunan bukan hanya tentang infrastruktur, tetapi tentang menghadirkan harapan dan membuka akses pendidikan bagi masyarakat,” tambah Dian.
Baca Juga: Menteri Dody Kecewa Progres Sekolah Rakyat Lambat, Lakukan Perombakan Besar
Secara desain, Sekolah Rakyat mengusung konsep asrama terpadu dengan fasilitas seragam di seluruh Indonesia. Kompleks pendidikan ini mencakup: Gedung SD, SMP, dan SMA, rumah susun guru, asrama siswa, masjid dan gedung serbaguna, kantin dan fasilitas olahraga seperti lapangan sepak bola dan basket.
Model tersebut dirancang untuk menciptakan lingkungan belajar terintegrasi sekaligus mendukung pembinaan karakter siswa.
Komitmen Penyelesaian Tepat Waktu
Brantas Abipraya menegaskan komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar setiap tahapan pekerjaan berjalan optimal, transparan, dan akuntabel.
“Proyek Sekolah Rakyat bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan investasi jangka panjang untuk mencetak generasi unggul Indonesia. Kami berkomitmen mengebut penyelesaiannya dengan kualitas terbaik dan tetap mengutamakan keselamatan kerja,” pungkas Dian. (CHI)
Baca Juga: Penumpang Commuter Line Tembus 86,8 Juta di Awal 2026































