JAKARTA, LINTAS – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat pembangunan Jembatan Kemang Pratama di Kota Bekasi, Jawa Barat, guna memulihkan konektivitas yang sempat terganggu akibat kerusakan jembatan karena banjir.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan pembangunan kembali Jembatan Kemang Pratama merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menjaga konektivitas masyarakat, khususnya di kawasan perkotaan dengan tingkat mobilitas yang tinggi.
“Jembatan ini dibangun untuk memangkas waktu tempuh, menurunkan biaya operasional kendaraan, serta meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. Manfaatnya harus dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Dody dikutip Selasa (2/6/2026).
Jembatan Kemang Pratama mengalami kerusakan pada bagian abutmen setelah tergerus aliran air akibat tingginya curah hujan yang melanda wilayah Bekasi pada Maret 2025. Kerusakan tersebut menyebabkan terganggunya arus lalu lintas di kawasan Bekasi Selatan dan sekitarnya, termasuk akses menuju kawasan permukiman, pusat aktivitas ekonomi, serta jaringan jalan tol.
Meski jembatan tersebut berada dalam pengelolaan Pemerintah Kota Bekasi, penanganan pembangunan dilakukan oleh pemerintah pusat melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta–Jawa Barat. Langkah ini diambil sebagai bentuk percepatan penanganan infrastruktur vital yang berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat sehari-hari.


Akses Strategis
Keberadaan Jembatan Kemang Pratama memiliki peran penting dalam mendukung pergerakan orang dan barang di wilayah Bekasi. Selain menghubungkan kawasan permukiman padat penduduk, jembatan ini juga menjadi akses strategis menuju jaringan jalan tol yang menunjang aktivitas komuter dan distribusi logistik.
Dalam pelaksanaannya, konstruksi jembatan menggunakan struktur steel box girder pada bentang utama sepanjang 78 meter. Sementara struktur bangunan bawah diperkuat dengan pondasi bore pile berdiameter 80 sentimeter dan beton struktur mutu FC’30 untuk meningkatkan kekuatan serta ketahanan konstruksi terhadap beban lalu lintas yang tinggi.
Baca Juga: Pemeliharaan Tol Cipularang dan Padaleunyi Hingga 10 Juni, Sejumlah Lajur Ditutup
Total panjang penanganan proyek mencapai 410 meter dengan lebar jembatan 7 meter. Pekerjaan tidak hanya mencakup pembangunan bentang utama, tetapi juga penanganan oprit pada kedua sisi jembatan, yakni Oprit A1 sepanjang 20 meter dan Oprit A2 sepanjang 230 meter.
Saat ini, proses erection steel box girder telah selesai dilaksanakan dan pekerjaan memasuki tahap penyelesaian akhir. Fokus pekerjaan meliputi penyelesaian rigid pavement pada oprit dan jalan pendekat di luar bentang utama, serta pekerjaan finishing aspal pada badan jembatan.
Pembangunan Jembatan Kemang Pratama dilaksanakan melalui skema Multi Years Contract (MYC) selama 300 hari kalender sejak 31 Oktober 2025 dan ditargetkan rampung pada Agustus 2026.
Hingga 28 Mei 2026, progres pekerjaan MYC telah mencapai 92,91 persen, melampaui target rencana sebesar 85,96 persen atau mengalami deviasi positif sebesar 6,95 persen. Sementara itu, progres pekerjaan tahun anggaran 2026 tercatat mencapai 92,06 persen, lebih tinggi dibanding target 84,06 persen dengan deviasi positif sebesar 7,97 persen.
Rekayasa Lalulintas
Di tengah pelaksanaan proyek yang berada di kawasan padat perkotaan, BBPJN DKI Jakarta–Jawa Barat terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Bekasi, Dinas Perhubungan, Kepolisian, dan masyarakat sekitar untuk memastikan kelancaran lalu lintas selama masa konstruksi.
Sejumlah rekayasa lalu lintas juga telah diterapkan guna mendukung keamanan dan kelancaran pekerjaan. Pengguna jalan dari arah Jatiasih dan Galaxy menuju Kemang Pratama dialihkan melalui Jalan Ki Ijon Bin Beih menuju Simpang PPI.
Selain itu, akses keluar-masuk Perumahan Kemang Pratama diarahkan melalui Gerbang Kemang Pratama 3 di Jalan Siliwangi. Sementara kendaraan dari arah Pekayon menuju Galaxy dan Jatiasih dialihkan melalui Bundaran Kemang Pratama guna mengurangi kepadatan lalu lintas di sekitar lokasi proyek. (CHI)
Baca Juga: Stasiun Bogor Siap Layani KRL 12 Kereta, Kapasitas Bogor Line Ditingkatkan

























