Home Berita Wamen PU Diana: Bangun Kota Tangguh Lewat Teknologi dan Kolaborasi

Wamen PU Diana: Bangun Kota Tangguh Lewat Teknologi dan Kolaborasi

Share

JAKARTA, LINTAS – Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumastuti menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor serta inovasi teknologi dalam membangun infrastruktur perkotaan yang berkelanjutan, adaptif, dan tangguh terhadap bencana dan perubahan iklim.

Hal itu disampaikannya dalam The 22nd Civil Engineering National Summit Universitas Indonesia (CENS-UI) yang digelar di Depok, Sabtu (25/5/2025).

“Infrastruktur kota tak cukup hanya kuat dan andal. Ia harus adaptif terhadap dinamika zaman, perubahan iklim, dan risiko bencana. Maka dari itu, kita perlu membangun secara kolaboratif dan inklusif, melibatkan berbagai pemangku kepentingan dari lintas sektor,” ujar Wamen Diana.

Komitmen Turunkan Emisi dan Transformasi Konstruksi Rendah Karbon

Dalam kesempatan tersebut, Diana juga menegaskan komitmen Indonesia untuk menurunkan emisi karbon sebesar 31,89% dengan usaha sendiri, dan 43,2% dengan dukungan internasional pada tahun 2030. Ia menyebut, sektor konstruksi dan bangunan—yang menyumbang hampir 37% emisi karbon global—perlu segera bertransformasi menuju pembangunan rendah karbon.

Salah satu langkah nyata yang telah ditempuh Kementerian PU adalah penerapan Bangunan Gedung Hijau (BGH) dan Bangunan Gedung Cerdas (BGC) yang memanfaatkan teknologi mutakhir, seperti Building Information Modeling (BIM). Teknologi ini telah diterapkan dalam pembangunan pasar, fasilitas olahraga, hingga gedung pendidikan.

“BIM memungkinkan kita menerapkan prinsip reduce, reuse, dan recycle energi secara terukur. Ini sejalan dengan target pembangunan gedung net zero emission di tahun 2060. Saya yakin generasi muda mampu menciptakan inovasi konstruksi yang lebih adaptif dan ramah lingkungan,” ujarnya optimistis.

Selain berkelanjutan, Diana menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur yang tangguh terhadap bencana seperti gempa bumi, banjir, tanah longsor, dan tsunami. Kementerian PU bersama Pusat Studi Gempa Nasional (PuSGeN) telah memperkuat tata kelola mitigasi bencana melalui peluncuran peta gempa terbaru serta platform digital untuk perencanaan dan evaluasi bangunan tahan gempa.

Baca Juga: Dukung DPSP Borobudur, TPST Baru di Magelang Siap Olah 100 Ton Sampah Per Hari

“Seringkali, keruntuhan bangunan pasca gempa bukan karena tak ada regulasi, tapi karena penerapan standar teknis belum optimal. Semua kontraktor harus memahami dan menerapkan SNI tahan gempa agar bangunan lebih aman,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Wamen Diana mengajak seluruh elemen bangsa, termasuk kalangan akademisi dan mahasiswa teknik sipil, untuk aktif berperan dalam membangun masa depan kota Indonesia yang lebih hijau dan inklusif.

“Sinergi antara ilmu pengetahuan, teknologi, dan semangat kebangsaan adalah kunci untuk mewujudkan Indonesia yang tangguh dan berkelanjutan,” tuturnya. (*/CHI)

Oleh:

Share