JAKARTA, LINTAS – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menghadirkan inovasi baru di sektor pariwisata melalui layanan Open Dining, sebuah konsep wisata makan malam di atas bus tingkat yang mengajak penumpang menikmati panorama ibu kota pada malam hari.
Layanan yang telah populer di sejumlah kota besar dunia seperti Tokyo dan Seoul ini dijadwalkan mulai memasuki tahap uji coba pada awal Agustus 2026. Kehadirannya diharapkan menjadi magnet baru bagi wisatawan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata Jakarta.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan, Open Dining merupakan bagian dari pengembangan wisata berbasis transportasi publik yang terus diperluas. Menurutnya, Jakarta kini tidak hanya menghadirkan layanan transportasi sebagai sarana mobilitas, tetapi juga sebagai pengalaman wisata yang menarik.
“Open Dining saat ini masih dalam tahap trial. Kita tahu kawasan Kota Tua kondisi jalannya belum sepenuhnya mulus. Begitu masuk kawasan Harmoni baru terasa nyaman. Karena itu menu yang disajikan juga disesuaikan, seperti steak atau pasta,” ujar Rano saat peluncuran layanan di Gedung Sarinah, Jakarta, Kamis (23/7/2026).



Wisata Kuliner Sekaligus Menikmati Panorama Jakarta
Open Dining dirancang sebagai paket wisata eksklusif yang menggabungkan pengalaman kuliner, hiburan, sejarah, dan panorama kota dalam satu perjalanan. Bus akan melintasi sejumlah kawasan ikonik Jakarta, mulai dari Kota Tua, Harmoni, hingga Bundaran HI, pada sore hingga malam hari. Selama perjalanan, penumpang dapat menikmati keindahan lampu-lampu kota dari lantai atas bus sambil menikmati sajian makan malam.
Tak hanya itu, perjalanan juga akan ditemani live music biola serta pemandu wisata yang menceritakan sejarah dan perkembangan kawasan yang dilalui, sehingga menghadirkan pengalaman berbeda dibandingkan bersantap di restoran konvensional.
“Kehadiran rute ini menunjukkan bahwa transportasi publik tidak hanya menjadi sarana mobilitas, tetapi juga bagian dari pengalaman wisata Jakarta. Melalui layanan open-top tour maupun Open Dining, masyarakat dan wisatawan bisa menikmati sisi modern, sejarah, budaya, hingga perkembangan Jakarta dalam satu perjalanan,” kata Rano.
Rano optimistis layanan baru ini akan mendapat sambutan positif. Menurutnya, empat rute bus wisata Open Top Tour yang telah lebih dulu beroperasi selalu mencatatkan tiket habis terjual bahkan sebelum jadwal keberangkatan.
“Open Top sekarang sudah memiliki empat rute. Sampai saat ini, seminggu sebelum keberangkatan tiketnya selalu habis. Open Dining juga kami targetkan demikian, meski hanya tersedia 30 kursi dalam setiap perjalanan,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga berencana menata kawasan Harmoni serta merevitalisasi Kali Harmoni sebagai bagian dari pengembangan destinasi wisata yang dilintasi bus tersebut.
Tiket Mulai Dijual 25 Juli
Direktur Utama Transjakarta Welfizon Yuza menjelaskan, masyarakat sudah dapat melakukan pemesanan tiket mulai 25 Juli 2026 melalui aplikasi Transjakarta yang telah terintegrasi dengan platform Klook. Harga tiket ditetapkan sebesar Rp 500 ribu per orang, termasuk paket makan malam lengkap yang terdiri atas hidangan pembuka (appetizer), hidangan utama (main course), dan hidangan penutup (dessert).
Dalam satu hari, Open Dining akan beroperasi sebanyak dua hingga tiga perjalanan, dengan kapasitas 30 penumpang pada setiap trip. Selain untuk penumpang umum, layanan ini juga dapat disewa untuk kegiatan rombongan atau acara khusus. (CHI)
Baca Juga:















