JAKARTA, LINTAS – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melakukan penanganan darurat di Bendung Karet Welahan Bum, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, guna memastikan pasokan air irigasi tetap terjaga selama proses rehabilitasi bendung berlangsung.
Penanganan dilakukan dengan membangun bendung sementara menggunakan sandbag pada tubuh bendung sebagai penghalang untuk mencegah perembesan atau intrusi air laut ke saluran air tawar. Langkah tersebut bertujuan menjaga elevasi dan kualitas air sehingga kebutuhan air masyarakat serta layanan irigasi tetap terpenuhi hingga pekerjaan rehabilitasi selesai.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan bahwa pengelolaan sumber daya air menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung produktivitas pertanian dan mewujudkan ketahanan pangan nasional.
“Air merupakan sumber daya yang tidak dapat diciptakan, namun hanya dapat dikelola secara optimal. Kehadiran infrastruktur ini sangat penting untuk mendukung ketersediaan air irigasi pertanian, menjaga produktivitas lahan, serta memastikan pasokan pangan tetap terjaga meskipun menghadapi tantangan musim kemarau maupun perubahan iklim,” kata Dody, Jumat (24/7/2026).




Bantuan Pemkab Jepara
Penanganan darurat tersebut dilaksanakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana dengan mengerahkan personel, satu unit excavator, dump truck, material sandbag, serta bronjong pasir yang diisi tanah sebagai sekat sementara.
Pemerintah Kabupaten Jepara juga turut memberikan dukungan melalui penyediaan satu unit excavator PC45 untuk mempercepat pemasangan bendung sementara. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah ini diharapkan mampu menjaga fungsi Bendung Karet Welahan agar tetap beroperasi optimal selama masa rehabilitasi.
Selain menjamin pelayanan sumber daya air bagi masyarakat, upaya ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional, terutama di tengah ancaman musim kemarau dan perubahan iklim yang semakin tidak menentu.
Bendung Karet Welahan yang dibangun pada 1995 memiliki kapasitas tampung sekitar 2,6 juta meter kubik. Infrastruktur tersebut berperan penting dalam menyuplai air irigasi bagi Daerah Irigasi Kedungsemat seluas 1.666 hektare, sekaligus menyediakan air baku bagi PDAM Jepara dengan kapasitas 50 liter per detik yang melayani sekitar 5.000 kepala keluarga. (CHI)
Baca Juga: Bus “Open Dining” Transjakarta Segera Meluncur, Makan Malam Sambil Keliling Jakarta Mulai Agustus















