Home Berita Terowongan Bertingkat Bawah Tanah MRT Jakarta Selesai, Hubungkan Harmoni dan Sawah Besar

Terowongan Bertingkat Bawah Tanah MRT Jakarta Selesai, Hubungkan Harmoni dan Sawah Besar

Share

JAKARTA, LINTAS – PT MRT Jakarta (Perseroda) Fase 2A telah menyelesaikan pengerjaan terowongan kedua (southbound tunnel) yang menghubungkan Stasiun Harmoni dan Sawah Besar resmi rampung pada akhir September 2025.

Pengerjaan dua terowongan tersebut dilakukan menggunakan dua mesin bor raksasa atau tunnel boring machine (TBM). Kedua terowongan ini menjadi konstruksi terowongan bertingkat pertama di Indonesia, menandai pencapaian baru dalam pembangunan infrastruktur transportasi bawah tanah di Tanah Air.

“Penyelesaian dua terowongan bertingkat ini menunjukkan kemajuan signifikan dalam proyek MRT Jakarta Fase 2A. Pembangunan dilakukan dengan teknologi tinggi dan memperhatikan aspek keselamatan kerja di kedalaman ekstrem,” ujar Rendy Primartantyo, Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta (Perseroda) dalam keterangannya, Senin (6/9/2025).

Dua Terowongan di Kedalaman Berbeda

Ia menjelaskan, setiap terowongan memiliki panjang sekitar 390 meter dengan diameter enam meter. TBM 1 dan TBM 2 mulai bekerja dari sisi utara Stasiun Harmoni menuju sisi selatan Stasiun Sawah Besar.

TBM 1 beroperasi di kedalaman 28 meter, sementara TBM 2 di kedalaman sekitar 10 meter di bawah permukaan tanah. TBM 1 bekerja sejak Mei hingga Agustus 2025, sedangkan TBM 2 mulai beroperasi dari Juli hingga September 2025.

Terowongan bertingkat MRT Jakarta Fase 2. |Dok/PT MRT Jakarta.

Setelah rampung di segmen ini, kedua TBM akan melanjutkan pengeboran menuju Stasiun Mangga Besar, membangun terowongan sepanjang 790 meter. TBM 1 ditargetkan selesai pada Juni 2026 dan TBM 2 pada September 2026.

Menariknya, TBM 2 dilengkapi fitur tambahan bernama obstacle cutting, yang memungkinkan mesin menembus empat pondasi RC pile pada jembatan penyeberangan orang di antara Stasiun Harmoni dan Sawah Besar, serta concrete sheet pile pada kanal antara Sawah Besar dan Mangga Besar.

Bagian dari Paket Kontrak CP202

Pekerjaan ini merupakan bagian dari paket kontrak CP202, yang mencakup pembangunan Stasiun Harmoni, Sawah Besar, dan Mangga Besar, beserta terowongan bawah tanah sepanjang total 1,8 kilometer.

Konstruksi di segmen ini juga menjadi yang terdalam di Indonesia, dengan kedalaman mencapai 28 meter di bawah permukaan tanah. Rendy menjelaskan, desain stasiun dan terowongan pada segmen ini berbeda dari fase sebelumnya.

“Di CP202, tipe terowongan dan stasiun dibuat bertingkat, bukan sejajar seperti di fase 1 dan CP201 atau CP203. Desain ini disesuaikan dengan kondisi Jalan Gajah Mada dan Jalan Hayam Wuruk yang menjadi lokasi stasiun,” jelasnya.

Desain Empat Lantai

Stasiun Sawah Besar dan Mangga Besar akan memiliki empat lantai dengan fungsi berbeda. Lantai satu akan menjadi beranda peron (concourse), lantai dua sebagai peron jalur ke selatan (Lebak Bulus), lantai tiga untuk level mekanikal, dan lantai empat sebagai peron jalur ke utara (Kota).

Adapun profil sipil ketiga stasiun adalah sebagai berikut:

  • Stasiun Harmoni: dua lantai, panjang 252 meter, lebar 16,4 meter, kedalaman 17 meter. Memiliki tujuh pintu masuk (empat di trotoar, tiga terintegrasi halte Transjakarta).
  • Stasiun Sawah Besar: empat lantai, panjang 200 meter, lebar 14,1 meter, kedalaman 27 meter. Terdapat lima pintu masuk (empat di trotoar, satu terintegrasi halte Transjakarta).
  • Stasiun Mangga Besar: empat lantai, panjang 220 meter, lebar 14,1 meter, kedalaman 28 meter. Terdapat lima pintu masuk (empat di trotoar, satu terintegrasi halte Transjakarta).

Menurut Rendy, keberhasilan pembangunan terowongan bertingkat dan stasiun terdalam ini menjadi bukti nyata kemampuan Indonesia dalam menguasai teknologi konstruksi perkeretaapian bawah tanah.

Baca Juga: Ketum Pergatsi Harap Gateball Jadi Ruang Pembentukan Karakter ASN

“Proyek ini tidak hanya menghadirkan moda transportasi massal modern, tetapi juga menunjukkan bahwa Indonesia mampu membangun infrastruktur urban berstandar internasional,” pungkasnya. (CHI)

Oleh:

Share