JAKARTA, LINTAS – Tenaga kerja lokal yang dilibatkan berasal dari berbagai wilayah di Maluku Utara dan sekitarnya, seperti Kao, Tidore, Ternate, Tobelo, hingga Ambon. Mereka terlibat dalam beragam pekerjaan konstruksi, mulai dari pembangunan pagar kawasan, pekerjaan struktur, operator alat berat, hingga mendukung operasional kantor proyek.
Plt. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, mengatakan keterlibatan masyarakat lokal merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memastikan pembangunan memberikan manfaat nyata bagi warga sekitar.
“Melalui pembangunan Sekolah Rakyat di Maluku Utara, Hutama Karya ingin memastikan bahwa keberadaan proyek dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar, salah satunya melalui keterlibatan tenaga kerja lokal dan tumbuhnya aktivitas ekonomi di kawasan proyek. Kami berharap pembangunan ini tidak hanya menghadirkan fasilitas pendidikan yang berkualitas, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat selama proses pembangunan berlangsung,” ujar Hamdani dikutip dari website Hutama Karya Minggu (31/5/2026).
Gerakkan Sektor Ekonomi Lokal
Menurutnya, dampak positif proyek tidak hanya dirasakan oleh para pekerja yang terlibat, tetapi juga oleh pelaku usaha di sekitar lokasi pembangunan. Meningkatnya kebutuhan operasional proyek turut menggerakkan sektor ekonomi lokal, mulai dari jasa katering dan warung makan hingga usaha persewaan rumah milik warga.
Aktivitas ekonomi yang berkembang selama masa konstruksi menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur dapat memberikan efek berganda bagi masyarakat. Selain menghasilkan bangunan yang bermanfaat dalam jangka panjang, proyek juga menciptakan peluang usaha dan meningkatkan perputaran ekonomi di kawasan sekitar.
Di tengah proses pembangunan, Hutama Karya menghadapi sejumlah tantangan, salah satunya tingginya curah hujan yang kerap memengaruhi aktivitas konstruksi. Untuk menjaga target penyelesaian proyek, perusahaan menerapkan berbagai strategi percepatan, termasuk mengoptimalkan jam kerja saat cuaca mendukung.
Menyesuaikan Metode Pekerjaan
Selain itu, tim proyek juga melakukan penambahan peralatan konstruksi, memperkuat kapasitas produksi material, serta menyesuaikan metode pekerjaan di lapangan agar progres pembangunan tetap berjalan sesuai jadwal.
Hamdani menegaskan seluruh pekerjaan dilaksanakan dengan mengedepankan standar mutu dan keselamatan kerja melalui penerapan Quality, Health, Safety, Security & Environment (QHSSE) secara menyeluruh. Pengawasan berkala juga dilakukan untuk memastikan kualitas pembangunan tetap terjaga selama proses konstruksi berlangsung.
Ke depan, sambungnya, Hutama Karya akan terus mendukung pembangunan infrastruktur pendidikan yang inklusif dan berdampak luas bagi masyarakat.
“Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen kami dalam mendukung pemerataan pembangunan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui penyediaan sarana pendidikan yang memadai,” pungkas Hamdani. (CHI)
Baca Juga:

























