Home Berita IJD Tuntaskan Jalan Dadakitan–Malempak, Akses Pertanian dan PLTA Tolitoli Makin Lancar

IJD Tuntaskan Jalan Dadakitan–Malempak, Akses Pertanian dan PLTA Tolitoli Makin Lancar

Share

JAKARTA, LINTAS – Peningkatan Ruas Jalan Dadakitan–Malempak di Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, resmi rampung dan telah diserahterimakan kepada Pemerintah Kabupaten Tolitoli pada awal Januari 2026.

Proyek yang dibangun melalui Program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD) ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas kawasan pertanian, perkebunan, sekaligus memperlancar akses menuju lokasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang akan memasok kebutuhan listrik Kabupaten Tolitoli.

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah, Bambang S. Razak, mengatakan sebelum dilakukan peningkatan, sekitar 60 persen ruas Dadakitan–Malempak masih berupa jalan setapak sehingga menyulitkan mobilitas masyarakat maupun distribusi hasil pertanian dan perkebunan menuju jalan nasional.

“Keberadaan jalan yang lebih baik diharapkan memperlancar akses logistik menuju kawasan pembangunan PLTA yang berada di ujung ruas tersebut, sekaligus memperkuat konektivitas wilayah,” ujar Bambang saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Rabu (1/7/2026).

Menurut Bambang, pembangunan ruas jalan tersebut merupakan tindak lanjut atas usulan Pemerintah Kabupaten Tolitoli yang telah menyiapkan desain teknis serta memastikan kesiapan lahan sebelum pekerjaan dimulai.

Pembangunan PLTA

Ia menjelaskan, selama pelaksanaan proyek juga dilakukan koordinasi dengan pihak pelaksana pembangunan PLTA melalui pembagian area pekerjaan agar kedua proyek dapat berjalan bersamaan tanpa saling mengganggu.

“Setelah pekerjaan selesai, aset jalan diserahterimakan kepada Pemerintah Kabupaten Tolitoli, sementara kewenangan pengelolaannya tetap berada di pemerintah daerah,” katanya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.2 Provinsi Sulawesi Tengah, Eko Prasetyo Galih, menjelaskan proyek peningkatan Jalan Dadakitan–Malempak memiliki nilai kontrak sebesar Rp20,01 miliar yang bersumber dari APBN melalui skema Single Year Contract (SYC). Pekerjaan mencakup peningkatan jalan sepanjang 6,75 kilometer dengan lebar perkerasan lima meter.

Menurut Eko, konstruksi jalan dilakukan menggunakan urugan pilihan setebal 30 sentimeter, lapis pondasi agregat kelas A setebal 20 sentimeter, serta lapis permukaan aspal AC-WC setebal lima sentimeter.

Selain itu, delapan titik gorong-gorong dan plat deuker eksisting diganti menjadi box culvert pracetak (precast) dengan total panjang 64 meter guna meningkatkan sistem drainase jalan.

“Pekerjaan dilakukan dengan memperhatikan kestabilan tanah dasar dan lapis pondasi mengingat ruas tersebut baru dibuka untuk lalu lintas harian. Pengelolaan air permukaan juga menjadi fokus utama agar tidak terjadi genangan yang dapat mengurangi umur layanan jalan,” jelasnya.

Ia menambahkan, kualitas jalan mengalami perubahan yang sangat signifikan, dari sebelumnya berupa jalan tanah menjadi jalan beraspal dengan umur rencana mencapai 10 tahun sesuai beban maksimum kendaraan yang melintas.

“Pembangunan ini dirancang untuk memberikan pelayanan yang lebih aman, nyaman, dan andal bagi masyarakat,” ujarnya.

Eko mengakui pelaksanaan proyek sempat menghadapi tantangan berupa tingginya curah hujan yang memengaruhi kondisi tanah dasar. Namun, kendala tersebut dapat diatasi melalui pengaturan jam kerja yang lebih efektif serta penerapan target harian bagi penyedia jasa sehingga proyek tetap selesai sesuai jadwal dengan kualitas yang terjaga.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tolitoli, Zulkarnain, mengapresiasi Kementerian Pekerjaan Umum beserta seluruh pihak yang terlibat atas selesainya pembangunan jalan tersebut. Menurutnya, perubahan kondisi jalan sangat signifikan dibandingkan sebelumnya dan akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat.

Percepat Distribusi Pertanian

“Kehadiran ruas Jalan Dadakitan–Malempak diharapkan mampu mempercepat distribusi hasil pertanian dan perkebunan, sekaligus menjadi akses penting menuju kawasan PLTA yang akan mendukung ketahanan energi di Kabupaten Tolitoli,” katanya.

Manfaat pembangunan jalan juga langsung dirasakan masyarakat. Guru SDN Dadakitan 01, Hasrul, mengaku kondisi jalan kini jauh lebih baik dibanding sebelumnya.

“Alhamdulillah, sekarang jalannya sudah bagus. Dulu kalau hujan jalan becek dan berlubang. Terima kasih kepada Kementerian PU, baik pusat, provinsi maupun daerah. Mudah-mudahan ke depan semakin baik lagi,” ujarnya.

Hal senada disampaikan warga setempat, Hijrah. Ia mengaku telah hampir 30 tahun tinggal di kawasan tersebut dan baru kali ini jalan utama diaspal.

“Saya sudah hampir 30 tahun tinggal di sini. Baru kali ini jalannya diaspal. Kami sangat bersyukur akhirnya jalan ini diperbaiki,” tuturnya. (CHI)

Baca Juga: BK Sipil PII Bentuk Kepengurusan Berbasis Sektor

Oleh:

Share