Stasiun Gambir semakin menegaskan perannya sebagai jantung mobilitas di pusat ibu kota. Di tengah tingginya arus mudik Lebaran 2026, stasiun ini tidak hanya menjadi titik keberangkatan dan kedatangan utama, tetapi juga tengah disiapkan sebagai simpul transportasi modern yang terintegrasi.
Pada Rabu, 18 Maret 2026, Stasiun Gambir diproyeksikan melayani 17.687 pelanggan berangkat dan 8.046 pelanggan turun dalam satu hari. Angka tersebut menempatkan Gambir sebagai stasiun keberangkatan tertinggi kedua di wilayah Daop 1 Jakarta setelah Stasiun Pasar Senen. Jumlah ini masih berpotensi bertambah seiring penjualan tiket yang terus berlangsung.
Tingginya mobilitas ini sekaligus menegaskan posisi strategis Gambir, terutama karena lokasinya yang berada di kawasan pusat kota dan berdekatan dengan Monumen Nasional serta area Medan Merdeka.
Perhatian Besar Presiden Prabowo Subianto
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian besar terhadap penguatan sektor perkeretaapian nasional sebagai tulang punggung transportasi publik. Salah satu wujudnya adalah dorongan untuk mempercepat penataan dan pengembangan Stasiun Gambir.
Menurut Teddy, pengembangan tersebut penting agar Gambir menjadi stasiun yang lebih representatif, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan mobilitas masyarakat modern. Ia juga menilai momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperbarui wajah stasiun yang selama ini dinilai belum banyak berubah.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, menyatakan bahwa pengembangan Stasiun Gambir akan dilakukan secara bertahap dengan konsep Transit Oriented Development (TOD).
Pengembangan ini mencakup optimalisasi lahan melalui penataan zona komersial, penyediaan ruang publik multifungsi, serta integrasi kawasan stasiun dengan pusat aktivitas di sekitar Medan Merdeka. Selain itu, Gambir juga akan diperkuat sebagai hub transportasi terpadu yang menghubungkan kereta api jarak jauh, Commuter Line, MRT Jakarta, hingga layanan bus.
Lebih Ramah Lingkungan
Penataan kawasan juga diarahkan lebih ramah lingkungan dengan menghadirkan ruang terbuka hijau, vegetasi di area antarbangunan, hingga konsep rooftop yang teduh dan nyaman bagi pejalan kaki.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menilai tingginya volume penumpang selama Angkutan Lebaran menjadi bukti nyata pentingnya peran Gambir dalam mendukung mobilitas masyarakat.
“Dalam satu hari, Gambir melayani lebih dari 17 ribu pelanggan berangkat dan 8 ribu pelanggan turun. Ini menunjukkan peran strategisnya sebagai simpul mobilitas dari pusat Jakarta ke berbagai daerah,” ujarnya.
Secara kumulatif selama periode 11 Maret hingga 1 April 2026, Stasiun Gambir mencatat lebih dari 214 ribu pelanggan berangkat dan sekitar 186 ribu pelanggan turun. Capaian ini menempatkan Gambir dalam jajaran dua besar stasiun tersibuk secara nasional.
Di tingkat nasional, penjualan tiket kereta api hingga 18 Maret 2026 telah mencapai 3,48 juta tiket atau sekitar 77,4 persen dari total kapasitas yang disediakan. Tren ini menunjukkan minat masyarakat terhadap moda transportasi kereta api terus meningkat, terutama untuk perjalanan jarak jauh selama musim mudik.
Dengan tingginya pergerakan tersebut, pengembangan Stasiun Gambir menjadi semakin relevan. Tidak hanya sebagai stasiun, tetapi juga sebagai pusat mobilitas modern yang terintegrasi, nyaman, dan mampu menjawab kebutuhan transportasi masyarakat Jakarta yang terus berkembang. (CHI)
Baca Juga: ASTRA Infra Siagakan Layanan 24 Jam, Arus Mudik Lebaran 2026 Dipantau Ketat































