Home Berita Sekolah Rakyat Lhokseumawe Lampaui Target, Siap Beroperasi Juni 2026

Sekolah Rakyat Lhokseumawe Lampaui Target, Siap Beroperasi Juni 2026

Share

JAKARTA, LINTAS – Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengapresiasi progres pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, yang melampaui target. Pemerintah optimistis proyek ini dapat diselesaikan tepat waktu pada 20 Juni 2026.

Berdasarkan laporan per 5 Mei 2026, progres fisik pembangunan telah mencapai 54,64% atau melampaui rencana 51,84% dengan deviasi positif 2,79%. Saat meninjau lokasi proyek, Dody menilai pengendalian dan manajemen pekerjaan berjalan baik sehingga target penyelesaian tetap realistis.

“Progresnya bagus, secara kontrol dan manajerial juga berjalan baik. Kita optimistis pekerjaan bisa selesai tepat waktu, 20 Juni 2026,” ujarnya dikutip Rabu (6/5/2026).

Kawasan Pendidikan Terpadu di Lahan 8,4 Hektar

Proyek Sekolah Rakyat Lhokseumawe berlokasi di Desa Jeulikat, Kecamatan Blang Mangat, dengan luas kawasan sekitar 8,4 hektare dan luas bangunan 26.376 meter persegi. Pembangunan dilaksanakan oleh Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Aceh di bawah Kementerian Pekerjaan Umum, dengan kontraktor KSO PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Nilai proyek mencapai Rp262,3 miliar dari APBN 2025–2026.

Kawasan ini dirancang sebagai fasilitas pendidikan terpadu untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Selain ruang belajar, proyek juga mencakup asrama, lapangan basket, lapangan minisoccer, serta berbagai sarana pendukung lainnya.

Percepatan pembangunan ditopang oleh pekerjaan struktur, arsitektur, serta mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP). Menteri Dody menekankan pentingnya pengelolaan logistik material, terutama baja yang menjadi komponen utama konstruksi. Pihak kontraktor memastikan material utama telah dalam proses pengiriman dan sebagian besar menuju lokasi proyek.

Penggunaan metode konstruksi inovatif berupa kombinasi struktur beton dan baja juga diterapkan untuk mempercepat penyelesaian.

Tenaga Kerja Ditambah, Target Dikejar Dua Shift

Untuk menjaga momentum, jam kerja ditingkatkan menjadi dua shift. Saat ini sekitar 705 tenaga kerja terlibat dan ditargetkan bertambah hingga 1.000 orang guna mengejar target penyelesaian pada Juni 2026.

Menurut Dody, Sekolah Rakyat merupakan program strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menekan kemiskinan ekstrem, khususnya di wilayah terdampak bencana.

“Negara harus hadir memuliakan anak-anak dari keluarga kurang mampu. Melalui Sekolah Rakyat ini, kita ingin memastikan akses pendidikan yang layak sehingga kemiskinan ekstrem bisa segera ditekan,” tutur Dody. (CHI)

Baca Juga: Jalan Tol Palembang–Betung Dikebut, Dua Seksi Ditargetkan Rampung 2026

Oleh:

Share