JAKARTA, LINTAS – Korlantas Polri bersama PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperkuat sinergi dalam meningkatkan keselamatan dan kelancaran lalu lintas nasional. Kolaborasi tersebut mencakup persiapan menghadapi arus libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), percepatan digitalisasi pengelolaan jalan tol, hingga dukungan terhadap implementasi kebijakan Zero Over Dimension Over Loading (ODOL) yang ditargetkan mulai berlaku pada awal tahun depan.
Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi antara Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Wibowo bersama Pejabat Utama Korlantas Polri dengan Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A. Purwantono beserta jajaran direksi di Gedung NTMC Polri, Jakarta, Senin (3/8).
Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas penguatan koordinasi tata kelola lalu lintas, kesiapan menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat saat musim liburan, pengembangan infrastruktur jalan tol, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung sistem transportasi yang lebih aman dan efisien.
Irjen Pol Wibowo mengatakan, kolaborasi antara Korlantas Polri dan Jasa Marga harus terus diperkuat mengingat tingginya potensi peningkatan volume kendaraan pada momentum libur nasional, terutama saat Operasi Lilin dan libur Natal serta Tahun Baru.
“Dua potensi libur besar ini tentunya akan memunculkan pergerakan masyarakat yang juga pasti akan meningkat, khususnya di jalur-jalur wisata,” ujar Irjen Pol Wibowo dikutip Selasa (4/8/2026).

Kesiapan Jalan Tol
Selain membahas kesiapan menghadapi Nataru, Kakorlantas juga meminta pembaruan informasi mengenai progres pembangunan dan kesiapan operasional sejumlah ruas jalan tol baru, terutama di wilayah Jawa Tengah menuju Yogyakarta serta akses pendukung di Jawa Timur.
Menurutnya, keberadaan jaringan jalan tol baru diharapkan mampu mengurangi kepadatan kendaraan di ruas-ruas utama sekaligus memperlancar distribusi logistik menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.
Penertiban Zero ODOL Jadi Perhatian
Isu penerapan kebijakan Zero ODOL turut menjadi fokus pembahasan dalam pertemuan tersebut. Irjen Pol Wibowo menilai penanganan kendaraan yang melebihi dimensi dan muatan harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya mengedepankan penindakan di lapangan.
Menurutnya, keberhasilan implementasi Zero ODOL sangat bergantung pada pembenahan dari sisi hulu, termasuk keterlibatan pelaku usaha, perusahaan angkutan, hingga regulator agar kebijakan tersebut berjalan efektif tanpa menimbulkan dampak negatif terhadap aktivitas ekonomi.
“Korlantas kan selalu bekerja di hilir. Pekerjaan hulu sangat berdampak pada pekerjaan hilir. Kalau semuanya dilempar ke hilir, tanpa ada pertimbangan yang cukup matang malah nanti hasilnya akan kontraproduktif dengan yang diinginkan,” katanya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Jasa Marga Rivan A. Purwantono menjelaskan pihaknya terus memperkuat sistem pengawasan kendaraan angkutan barang melalui pemanfaatan teknologi digital.
Sebagai dukungan terhadap kebijakan Zero ODOL, Jasa Marga menambah fasilitas Weigh In Motion (WIM) dari semula dua titik menjadi delapan titik. Teknologi tersebut dipadukan dengan kamera pengawas serta Light Detection and Ranging (LIDAR) yang mampu mendeteksi berat dan dimensi kendaraan secara real time.
Seluruh data hasil pemantauan kemudian diintegrasikan dengan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) milik Korlantas Polri untuk memperkuat pengawasan dan penegakan hukum.
Teknologi Radio
Tak hanya itu, Jasa Marga juga mengembangkan integrasi data digital melalui aplikasi Travoy yang telah dilengkapi teknologi Radio Frequency Identification (RFID). Data RFID tersebut akan diselaraskan dengan data Registrasi dan Identifikasi (Regident) Korlantas Polri serta data uji berkala kendaraan dari Kementerian Perhubungan guna meningkatkan efektivitas pemantauan kelaikan kendaraan angkutan barang.
“Penguatan sistem juga dilakukan melalui Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) yang siap dimanfaatkan bersama di titik-titik krusial. Integrasi command center ini diharapkan mempercepat respons penanganan insiden dan memperkuat koordinasi lintas sektor,” kata Rivan.
Menurutnya, modernisasi layanan operasional dan pengembangan infrastruktur berbasis teknologi merupakan bagian dari komitmen Jasa Marga dalam mendukung agenda pembangunan nasional.
Langkah tersebut dinilai sejalan dengan Asta Cita Pemerintah, khususnya dalam memperkuat konektivitas nasional, meningkatkan efisiensi logistik, serta menghadirkan sistem transportasi jalan tol yang lebih aman, selamat, modern, dan berkelanjutan.
“Kolaborasi dan pemanfaatan sistem data bersama ini menjadi kunci. Jasa Marga dan Korlantas Polri memiliki tugas yang saling terkait dalam menjamin kelancaran dan keselamatan di jalan tol,” ujar Rivan. (CHI)
Baca Juga: Hadapi El Nino, Bendungan Keureuto Aceh Utara Amankan Pasokan Air dan Tingkatkan Produksi Pangan











