Home Berita Hadapi El Nino, Bendungan Keureuto Aceh Utara Amankan Pasokan Air dan Tingkatkan Produksi Pangan

Hadapi El Nino, Bendungan Keureuto Aceh Utara Amankan Pasokan Air dan Tingkatkan Produksi Pangan

Share

JAKARTA, LINTAS – Bendungan Keureuto di Kabupaten Aceh Utara tak hanya menjadi penampung air terbesar di Aceh, tetapi juga menjadi andalan pemerintah dalam menghadapi ancaman kekeringan saat musim kemarau dan fenomena El Nino.

Bendungan yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada 10 Juli 2026 itu mampu mengairi hampir 15 ribu hektar lahan pertanian, menyediakan air baku, mengurangi risiko banjir, serta memiliki potensi menghasilkan energi baru terbarukan.

Sebagai salah satu bendungan prioritas nasional, Bendungan Keureuto memiliki peran strategis dalam menjamin pasokan air bagi masyarakat, mendukung produktivitas sektor pertanian, mengurangi risiko banjir, hingga menyediakan potensi energi baru terbarukan.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan pengelolaan sumber daya air harus dilakukan secara optimal agar kebutuhan air masyarakat maupun sektor pertanian tetap terpenuhi, terutama saat ancaman kekeringan meningkat.

“Kementerian PU terus mengoptimalkan operasi bendungan dan infrastruktur sumber daya air agar kebutuhan air baku, irigasi, dan pengendalian banjir tetap terjaga. Dengan pengelolaan yang optimal, kami memastikan pasokan air bagi masyarakat tetap aman dan berkelanjutan,” tutur Dody, Selasa (4/8/2026).

Bendungan Keureuto merupakan salah satu bendungan terbesar di Provinsi Aceh dengan kapasitas tampung mencapai 215,94 juta meter kubik dan luas genangan sekitar 896,39 hektare. Kapasitas tersebut memungkinkan bendungan menyimpan cadangan air dalam jumlah besar untuk dimanfaatkan sepanjang tahun, termasuk pada periode kemarau.

Keberadaan bendungan ini memberikan manfaat signifikan bagi sektor pertanian. Bendungan Keureuto mampu mengairi daerah irigasi seluas 14.695 hektar melalui jaringan irigasi sepanjang 75,94 kilometer.

Indeks Pertanaman Naik

Dengan tersedianya pasokan air yang lebih stabil, indeks pertanaman (IP) meningkat dari 200 persen menjadi 300 persen, sehingga petani berpeluang melakukan penanaman hingga tiga kali dalam setahun. Produktivitas padi pun diperkirakan mencapai rata-rata 5,5 ton Gabah Kering Panen (GKP) per hektar, yang diharapkan mampu mendukung peningkatan produksi pangan di Aceh.

Selain menopang sektor pertanian, Bendungan Keureuto juga dirancang sebagai bendungan multiguna. Infrastruktur ini mampu menyediakan air baku sebesar 0,65 meter kubik per detik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi di wilayah sekitarnya.

Fungsi lainnya adalah mengurangi risiko banjir di kawasan hilir dengan cakupan perlindungan sekitar 627 hektar, sehingga dapat meminimalkan potensi kerugian akibat genangan pada musim hujan.

Tidak hanya itu, Bendungan Keureuto juga memiliki potensi besar dalam mendukung pengembangan energi bersih. Bendungan ini diperkirakan mampu menghasilkan energi hingga 185,62 megawatt (MW) melalui pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung. (CHI)

Baca Juga: KAI Beri Diskon Tiket Kereta hingga 30 Persen di BBWI 2026, Ini Cara Mendapatkannya

Oleh:

Share