JAKARTA, LINTAS – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi Riau, Selasa (4/8/2026).
Peninjauan dilakukan untuk memastikan proyek strategis di sektor pendidikan tersebut selesai tepat waktu dengan kualitas terbaik sehingga siap digunakan sebagai lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan representatif.
Dalam kunjungannya, Dody memberikan perhatian khusus pada penyelesaian tahap akhir atau finishing. Menurutnya, pekerjaan yang masih tersisa harus segera dituntaskan tanpa mengabaikan aspek kualitas dan kerapian bangunan.
“Yang belum selesai segera diselesaikan, terutama kerapian pada tahap finishing, sehingga seluruh kegiatan belajar mengajar dapat berjalan dengan baik,” kata Dody dikutip Rabu (5/8/2026).

Ia menegaskan, keberhasilan pembangunan Sekolah Rakyat tidak hanya diukur dari tercapainya target waktu penyelesaian, tetapi juga dari mutu infrastruktur yang nantinya digunakan oleh peserta didik dan tenaga pendidik.
Lebih lanjut, Menteri Dody mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan wujud komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan berkualitas melalui penyediaan sarana dan prasarana yang memadai. Oleh karena itu, pembangunan tidak hanya mencakup gedung sekolah, tetapi juga seluruh fasilitas penunjang yang mendukung proses pembelajaran secara terpadu.
Ditargetkan Selesai 8 Agustus 2026
Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Kuantan Singingi dibangun di atas lahan seluas 7,5 hektar dengan total luas bangunan mencapai 13.081,84 meter persegi. Kawasan pendidikan tersebut terdiri atas 25 massa bangunan yang dirancang sebagai kompleks pendidikan terpadu.
Pelaksanaan pembangunan menjadi tanggung jawab Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Riau dengan kontraktor PT Duta Rama–PT Gala Karya (KSO). Proyek ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp 226,98 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025–2026.
Berdasarkan data per 3 Agustus 2026, progres pembangunan secara keseluruhan telah mencapai 92,59 persen dan ditargetkan selesai pada 8 Agustus 2026.
Sejumlah fasilitas utama kini telah memasuki tahap penyelesaian, di antaranya gedung SMA, SMP, dan SD, gedung serbaguna, dapur, rumah ibadah, asrama, fasilitas olahraga, jaringan utilitas, hingga penataan kawasan sekolah yang dirancang untuk mendukung aktivitas pendidikan secara menyeluruh. (CHI)
Baca Juga:











