SEMARANG, LINTAS — Pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak Seksi 1A hingga pekan ketiga Agustus 2023 mencapai 12,9 persen.
Pembangunan jalan tol ini ditargetkan rampung pada Oktober 2025.
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya (Persero) Tjahjo Purnomo mengungkapkan hal tersebut dalam keterangan tertulis belum lama ini.
Tjahjo menegaskan, pihaknya berkomitmen menyelesaikan proyek ini tepat waktu agar manfaatnya dapat dirasakan segera oleh masyarakat sekitar, khususnya di Semarang dan Demak.
Hutama Karya mulai menggarap proyek Jalan Tol Semarang-Demak Seksi 1A pada 16 Januari 2023 lalu sepanjang 4 kilometer.
Dalam pengerjaannya, Hutama Karya berkolaborasi dengan Beijing Urban Construction Group.co.Ltd (BUCG) melalui Kerja Sama Operasi (KSO).
Hutama Karya memiliki porsi pengerjaan sebesar 40,44 persen dalam proyek tersebut. Sisanya, yakni 59,56 persen merupakan milik BUCG.

Pangkas Waktu Signifikan
“Proyek Jalan Tol Semarang-Demak Seksi 1A ini merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang memberikan manfaat positif bagi masyarakat sekitar, mengurangi kemacetan lalu lintas dan mengurangi banjir rob tahunan di wilayah tersebut,” ujar Tjahjo.
Secara keseluruhan, waktu perjalanan dari Semarang ke Demak atau sebaliknya dapat terpangkas signifikan dengan kehadiran Jalan Tol Semarang-Demak.
Nantinya, waktu tempuh Semarang-Demak atau sebaliknya hanya berkisar 20 menit.
Saat ini, waktu tempuh Semarang-Demak atau sebaliknya berkisar 1,5 jam.
Baca juga: Presiden Jokowi Resmikan Jalan Tol Semarang-Demak Seksi II
Lebih spesifik, kata Tjahjo, Jalan Tol Semarang-Demak Seksi 1A nantinya dapat memperlancar lalu lintas di kawasan Kaligawe, Semarang.
Selain itu, keberadaan Jalan Tol Semarang-Demak seksi 1A bisa mengendalikan banjir rob di kawasan Kaligawe dan Sayung.
Tak ketinggalan, kehadiran jalan tol ini mampu meningkatkan konektivitas di wilayah Jawa Tengah dan perekonomian masyarakat setempat.
Lingkup Pekerjaan
Tjahjo meneruskan, ruang lingkup pekerjaan Hutama Karya pada proyek ini adalah area elevated, pemancangan Concrete Spun Pile (CSP), aspal, galian struktur, dan lifting girder eksisting.
Hutama Karya juga bertanggung jawab terhadap pembongkaran Jembatan Kaligawe dengan melakukan peninggian elevasi kurang lebih 1 meter. Pekerjaan tersebut menggunakan teknologi Fast Track Concrete Pavement.
“Progres proyek sampai dengan pekan ke-3 Agustus 2023 lalu sudah mencapai 12,916 persen,” lanjut Tjahjo.
.”Hutama Karya optimis dapat menyelesaikan proyek Jalan Tol Semarang-Demak ini tepat waktu, tepat mutu, tepat biaya, dan selalu mengedepankan keselamatan K3 di lapangan agar tercipta lingkungan kerja yang aman serta berkualitas. (BAS)
Baca Juga: Pertama di Indonesia, Fondasi Jalan Tol Semarang-Demak dari Bambu

























