Home Berita Jelang Libur Sekolah, Kemenhub Cek Kelaikan 5 Kapal Lintasan Merak-Bakauheni

Jelang Libur Sekolah, Kemenhub Cek Kelaikan 5 Kapal Lintasan Merak-Bakauheni

Share

JAKARTA, LINTAS – Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut kembali melaksanakan uji petik kelaiklautan kapal penumpang di Pelabuhan Merak, Banten, sebagai bagian dari persiapan Angkutan Libur Sekolah 2026. Kegiatan yang berlangsung pada 10–12 Juni 2026 itu bertujuan memastikan seluruh kapal yang melayani masyarakat berada dalam kondisi laik laut dan memenuhi standar keselamatan pelayaran.

Pemeriksaan dilakukan oleh Tim Direktorat Perkapalan dan Kepelautan bersama Marine Inspector dari KSOP Kelas I Banten. Sebanyak lima kapal Ro-Ro yang melayani lintas Merak–Bakauheni menjadi objek inspeksi, yakni KMP Shanaya, KMP Wira Berlian, KMP Caitlyn 7, KMP Royce I, dan KMP Legundi.

Uji petik dilakukan untuk memastikan kesiapan armada dalam menghadapi potensi peningkatan mobilitas masyarakat selama masa libur sekolah. Pemeriksaan mengacu pada prinsip Zero Compromise for Safety yang menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama dalam penyelenggaraan transportasi laut.

Tim inspeksi memeriksa berbagai aspek penting, mulai dari validitas dokumen kapal dan awak kapal, kesiapan peralatan keselamatan, kelengkapan perangkat radio komunikasi dan navigasi, kondisi konstruksi dan mesin kapal, hingga penerapan sistem manajemen keselamatan sesuai ketentuan yang berlaku.

Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan sejumlah temuan yang bersifat minor pada beberapa kapal. Seluruh operator kapal yang bersangkutan diwajibkan segera melakukan perbaikan dan melengkapi kekurangan sesuai ketentuan yang tertuang dalam Instruksi Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor IR-DJPL 4 Tahun 2026 tentang Uji Kelaiklautan Kapal Penumpang Angkutan Libur Sekolah Tahun 2026.

Libur Sekolah

Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Samsuddin, mengatakan bahwa kegiatan uji petik merupakan langkah preventif yang rutin dilakukan untuk memastikan seluruh armada penumpang yang beroperasi telah memenuhi standar keselamatan pelayaran, khususnya pada periode Angkutan Libur Sekolah 2026.

“Pemeriksaan ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk memastikan kapal-kapal yang melayani masyarakat selama masa libur sekolah berada dalam kondisi laik laut dan siap beroperasi secara aman,” ujar Samsuddin.

Menurutnya, masa libur sekolah selalu diiringi peningkatan jumlah penumpang yang memanfaatkan transportasi laut. Karena itu, diperlukan sinergi seluruh pemangku kepentingan guna menjaga standar keselamatan pelayaran sekaligus memberikan layanan transportasi yang aman, selamat, tertib, dan nyaman bagi masyarakat.

Ia menegaskan bahwa keselamatan pelayaran merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijaga melalui kepatuhan terhadap regulasi dan kesiapan seluruh unsur operasional.

“Keselamatan pelayaran merupakan tanggung jawab bersama. Dengan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku dan kesiapan seluruh unsur operasional, masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan lancar,” pungkasnya. (CHI)

Oleh:

Share