Home Berita Kementerian PU Bangun 78 Jaringan Irigasi di Bali

Kementerian PU Bangun 78 Jaringan Irigasi di Bali

Share

JAKARTA, LINTAS – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mulai melaksanakan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2026 di Provinsi Bali. Program berbasis pemberdayaan masyarakat ini ditujukan untuk memperkuat layanan irigasi pertanian, menjaga keberlanjutan sistem Subak, serta mendukung ketahanan pangan daerah.

Pelaksanaan program ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida dengan Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A), Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), dan Subak penerima bantuan P3-TGAI Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Badung, Bali, pekan lalu.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan pembangunan dan penguatan infrastruktur irigasi menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional. Menurutnya, jaringan irigasi yang andal mampu memberikan kepastian pasokan air bagi petani sehingga produktivitas pertanian dapat terus meningkat.

“Program Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) memiliki multiplier effect yang besar. Selain menghasilkan infrastruktur, program ini juga memberikan penghasilan langsung kepada masyarakat melalui skema padat karya sehingga mampu menggerakkan ekonomi lokal,” kata Dody, dikutip Kamis (25/6/2026).

78 Lokasi

Pada Tahun Anggaran 2026, Program P3-TGAI di Bali dilaksanakan di 78 lokasi yang tersebar di enam kabupaten. Kabupaten Gianyar menjadi wilayah dengan jumlah lokasi terbanyak, yakni 26 lokasi. Selanjutnya Kabupaten Bangli dan Kabupaten Tabanan masing-masing mendapat 17 lokasi, Kabupaten Klungkung 9 lokasi, Kabupaten Jembrana 5 lokasi, serta Kabupaten Karangasem 4 lokasi.

Program P3-TGAI merupakan kegiatan padat karya yang berfokus pada peningkatan layanan irigasi pertanian melalui rehabilitasi, peningkatan, dan pembangunan jaringan irigasi secara partisipatif. Dalam pelaksanaannya, masyarakat petani dilibatkan sebagai pelaku utama sehingga tidak hanya menghasilkan infrastruktur yang lebih baik, tetapi juga meningkatkan kapasitas serta kemandirian petani dalam mengelola jaringan irigasi.

Adapun pekerjaan yang dilakukan meliputi rehabilitasi, peningkatan, dan pembangunan jaringan irigasi kecil dengan luas layanan kurang dari 150 hektare, jaringan irigasi tersier, hingga irigasi desa. Infrastruktur yang dibangun diharapkan mampu meningkatkan keandalan distribusi air, termasuk saat musim kemarau, sehingga dapat mendukung peningkatan produksi pertanian dan efisiensi usaha tani.

Khusus di Bali, pelaksanaan P3-TGAI dirancang selaras dengan sistem Subak yang telah lama menjadi kearifan lokal masyarakat dalam pengelolaan sumber daya air untuk pertanian. Dukungan jaringan irigasi yang lebih modern, andal, dan efisien diharapkan mampu memperkuat keberlanjutan Subak sekaligus meningkatkan kemampuan sektor pertanian menghadapi tantangan perubahan iklim. (CHI)

Baca Juga: Libur Sekolah, Naik KRL ke JIS Cuma Rp 1 Hingga 28 Juni

Oleh:

Share