JAKARTA, LINTAS – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus melakukan berbagai langkah persiapan guna menghadapi masa angkutan Lebaran 2025/1446 H.
Sejumlah langkah antisipatif telah ditempuh oleh Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi sejak bulan lalu, dengan tujuan memastikan kelancaran, keamanan, dan keselamatan transportasi bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik.
Menhub Dudy mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi intensif dengan berbagai kementerian dan lembaga terkait.
Selain itu, Kemenhub juga tengah menyusun survei pergerakan arus mudik serta menguji coba kebijakan yang akan diterapkan selama masa angkutan Lebaran. Kesiapan teknis seluruh sarana dan prasarana transportasi juga menjadi fokus utama.
“Kami bergerak cepat dalam mempersiapkan segala aspek yang dibutuhkan untuk penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun ini. Upaya ini dilakukan agar masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman, selamat, dan nyaman,” ujar Menhub Dudy dalam keterangannya di Jakarta, pekan lalu.
Sejak bulan lalu, Menhub telah melakukan serangkaian pertemuan dengan sejumlah kementerian dan lembaga guna membahas strategi menghadapi lonjakan pergerakan masyarakat saat Lebaran.
Baca Juga: Jelang Mudik Lebaran 2025, Hutama Karya Siapkan Strategi Kelancaran Pemudik di Tol Trans Sumatera
Beberapa pihak yang telah diajak berkoordinasi antara lain Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, Menteri Kesehatan, Menteri Pariwisata, Menteri Komunikasi dan Digital, Menteri Perdagangan, serta Menteri Dalam Negeri.
“Koordinasi dan kolaborasi lintas sektoral menjadi kunci penting dalam penyelenggaraan angkutan Lebaran. Kami berharap dukungan dari semua pihak agar mudik tahun ini dapat berjalan lancar dan aman,” ujar Dudy.

Lakukan Survei
Selain itu, Kemenhub sedang merampungkan survei guna memprediksi pergerakan masyarakat selama masa mudik. Data dari survei ini akan menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan strategis yang tepat untuk mendukung kelancaran angkutan Lebaran.
Untuk memastikan kelancaran perjalanan masyarakat, Kemenhub telah menyiapkan Rencana Operasi (Renops) di seluruh moda transportasi, baik darat, laut, udara, maupun perkeretaapian.
Renops ini mencakup kesiapan sarana dan prasarana angkutan umum, manajemen rekayasa lalu lintas, serta penerapan kebijakan seperti delaying system dan buffer zone guna mengurangi kepadatan arus kendaraan.
“Kami akan menerapkan berbagai strategi dan kebijakan guna mencegah kepadatan pemudik serta memastikan keselamatan dan keamanan masyarakat selama perjalanan,” tegas Menhub Dudy.
Selain aspek teknis transportasi, Menhub juga tengah berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas kemungkinan pemberian diskon tarif pesawat serta penyelenggaraan program Mudik Gratis pada Lebaran 2025.
Menurutnya, kebijakan terkait penurunan harga tiket pesawat masih dalam tahap pembahasan lintas kementerian guna memastikan keseimbangan antara daya beli masyarakat dan keberlangsungan usaha penerbangan.
Dengan berbagai upaya yang telah dan akan dilakukan, Kemenhub optimistis penyelenggaraan angkutan Lebaran 2025 dapat berjalan lebih baik dibanding tahun sebelumnya.
Semua langkah antisipatif ini diharapkan mampu memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat dalam menjalani tradisi mudik Lebaran. (CHI)

























