Home Berita Dukung Proyek Tol, Sultan HB X Serahkan Serat Kekancingan ke Bina Marga

Dukung Proyek Tol, Sultan HB X Serahkan Serat Kekancingan ke Bina Marga

Share

JAKARTA, LINTAS — Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Roy Rizali Anwar, menerima Serat Kekancingan dari Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai simbol kerja sama antara Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga, Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).

Penyerahan dilakukan pada Selasa (15/7/2025) di Kraton Kilen, Daerah Istimewa Yogyakarta. Serat Kekancingan tersebut diberikan sebagai bentuk restu dan dukungan Kasultanan atas pemanfaatan lahan Sultan Ground untuk pembangunan dua proyek strategis nasional, yakni Jalan Tol Yogyakarta–Bawen dan Jalan Tol Solo–Yogyakarta–Kulon Progo.

“Penyerahan Serat Kekancingan ini adalah simbol kehormatan dan amanah budaya. Ini menandakan kolaborasi luhur antara negara dan Kasultanan sebagai institusi adat,” ujar Roy dalam sambutannya dikutip Kamis (17/7/2025).

Lahan Sultan Ground

Roy menegaskan, kedua jalan tol tersebut merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional yang bertujuan mempercepat konektivitas antarwilayah, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta memperkuat integrasi antara Yogyakarta dan wilayah sekitarnya.

“Kami sangat menghargai dukungan Ngarsa Dalem dan seluruh Penghageng Karaton atas kelapangan hati dalam menyediakan tanah Kasultanan demi kemaslahatan masyarakat. Kami menyadari bahwa proses ini tidak hanya menyangkut aspek teknis, tapi juga sosial, hukum, dan kultural yang kompleks,” tambah Roy.

Dalam perjanjian kerja sama, disebutkan bahwa pembangunan Jalan Tol Yogyakarta–Bawen akan menggunakan lahan Kasultanan seluas 75.440,75 meter persegi, yang terdiri atas 90 bidang tanah desa dan 8 bidang tanah Sultan Ground.

Sementara untuk Jalan Tol Solo–Yogyakarta–Kulon Progo, akan digunakan lahan seluas 245.302 meter persegi, terdiri dari 177 bidang tanah desa dan 17 bidang tanah Sultan Ground. Total keseluruhan pemanfaatan lahan Sultan Ground mencapai lebih dari 320.000 meter persegi.

Struktur layang pada jalan tol Yogyakarta-Bawen, turut jaga ekosistem sekitarnya. | DOK/BPJT.

Progres Jalan Tol Yogyakarta–Bawen

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Wilan Oktavian, menjelaskan bahwa Jalan Tol Yogyakarta–Bawen memiliki total panjang 75,12 kilometer dan terbagi menjadi enam seksi:

  • Seksi 1: Yogyakarta–SS Banyurejo (8,8 km)
  • Seksi 2: SS Banyurejo–Borobudur (15,2 km)
  • Seksi 3: Borobudur–SS Magelang (8,1 km)
  • Seksi 4: SS Magelang–SS Temanggung (16,65 km)
  • Seksi 5: SS Temanggung–SS Ambarawa (21,39 km)
    Seksi 6: SS Ambarawa–JC Bawen (4,98 km)

Sementara itu, pembangunan Jalan Tol Solo–Yogyakarta–Kulon Progo dibagi menjadi tiga tahap. Tahap 1 mencakup ruas Kartasura–Klaten yang telah beroperasi, serta ruas Klaten–Prambanan yang juga telah beroperasi namun belum dikenakan tarif.

“Untuk ruas Prambanan–Purwomartani, progres fisik konstruksi telah mencapai 78,93 persen. Sedangkan ruas Purwomartani–Maguwo dan JC Sleman–Trihanggo masih dalam proses pembangunan,” jelas Wilan.

Baca Juga: Jalan Tol Yogyakarta-Bawen Ditargetkan Operasional 2026 Hanya di Dua Seksi

Untuk Tahap 2 dan 3, saat ini masih dalam proses pembebasan lahan. Seluruh ruas Jalan Tol Solo–Yogyakarta–Kulon Progo ditargetkan dapat beroperasi penuh pada tahun 2028.

Acara penyerahan Serat Kekancingan ini turut dihadiri sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan, antara lain, Direktur Jenderal Pengadaan Tanah dan Pengembangan Pertanahan Kementerian ATR/BPN, Embun Sari, Direktur Utama PT Jasa Marga, Rivan Achmad Purwantono, Direktur Utama PT Adhi Karya, Entus Asnawi Mukhson Utama, Bupati Sleman, Harda Kiswaya, Direktur Utama PT Jasamarga Jogja–Solo, Rudy Hardiansyah, Direktur Utama PT Jasamarga Jogja–Bawen, A.J. Dwi Putra. (*/CHI)

Oleh:

Share