JAKARTA, LINTAS – PT Jasamarga Jogja Bawen (JJB) selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang bertanggung jawab atas proyek Jalan Tol Yogyakarta-Bawen, menargetkan Seksi 1 (Yogyakarta-Banyurejo) beroperasi pada pertengahan 2026 dan Seksi 6 (Ambarawa-Bawen) rampung pada akhir 2025.
Kehadiran Jalan Tol Yogyakarta-Bawen, selain menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi dan konektivitas di wilayah segitiga emas Joglosemar (Jogja-Solo-Semarang), juga akan mendukung pengembangan sektor pariwisata, khususnya Candi Borobudur yang merupakan salah satu destinasi pariwisata super prioritas.
Jalan Tol Yogyakarta-Bawen sepanjang 75,12 km merupakan sirip dari jaringan Jalan Tol Trans-Jawa yang terkoneksi Jalan Tol Semarang-Solo (sudah beroperasi) di sisi utara, dan Jalan Tol Solo-Yogyakarta-Bandara YIA di sisi selatan.
“Jadi untuk yang dari arah Semarang itu akan melintasi empat kabupaten dan satu kota, antara lain Kabupaten Semarang, Kabupaten Temanggung, Kota Magelang, Kabupaten Magelang, dan Kabupaten Sleman,” kata Direktur Utama PT Jasamarga Jogja Bawen (JJB) AJ Dwi Winarsa kepada Lintas di Kantor PT Jasamarga Jogja Bawen, Kotabaru, DI Yogyakarta (13/6/2025).
Pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen dibagi menjadi enam segmen atau seksi, yaitu Seksi 1 (Yogyakarta-Banyurejo) sepanjang 8,80 km; Seksi 2 (Banyurejo-Borobudur) sepanjang 15,20 km; Seksi 3 (Borobudur-Magelang) sepanjang 8,10 km; Seksi 4 (Magelang-Temanggung) sepanjang 16,65 km; Seksi 5 (Temanggung-Ambarawa) sepanjang 21,39 km; dan Seksi 6 (Ambarawa-Bawen) sepanjang 4.98 km.

Konstruksi Seksi 1 yang dimulai sejak 2022, per Bulan Juni 2025 progresnya sudah mencapai 78.62% dan Seksi 6 yang dimulai pada 2023, progres per Bulan Juni 2025 sudah mencapai 69.92%. Seksi 1 dan 6 dibangun terlebih dahulu karena lahannya yang paling siap untuk pembangunan.
“Kami menargetkan untuk Seksi 1 ini selesai pada Juni 2026. Sedangkan, Seksi 6 karena lebih pendek (4.98 km) ditargetkan akan selesai di Desember 2025. Sehingga di tahun depan (2026), masyarakat sudah bisa memanfaatkan Seksi 1 dan 6,” kata Dwi.
Masa Konstruksi Sampai 2029
Dwi menambahkan, masa konstruksi Jalan Tol Yogyakarta-Bawen secara keseluruhan direncanakan sampai 2029. Saat ini, proyek pembangunan di Seksi 2 sudah tender dan telah dilakukan lelang, serta sudah ada pemenangnya. Konstruksi Seksi 2 akan dimulai pada Januari 2026.
Proses lelang Seksi 3 akan dilakukan pada awal 2026 dan tahap konstruksinya direncanakan pada pertengahan 2026. Kemudian, tahap pembangunan dilanjutkan di Seksi 4 dan 5.
Lanjut Dwi, meski sempat terhambat akibat kesiapan lahan, tetapi mayoritas lahan sudah bisa digunakan untuk konstruksi. Saat ini, pengadaan lahan yang sudah dibebaskan secara kumulatif hampir 50% dengan rincian, yakni Pembebasan Seksi 1 Progres 96.62%, Seksi 2 Progres 92.06%, Seksi 3 Progres 71.13%, Seksi 4 Progres 27.60%, Seksi 5 Progres 12.59% dan Seksi 6 Progres 95.95% per Bulan Juni 2025.
“Terkait pembebasan lahan ini kami berharap bisa selesai, sehingga sejalan dengan timeline yang sudah direncanakan. Terutama support dari pemerintah supaya secara investasi jalan tol ini menjadi layak. Apalagi proyek pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen masuk kategori proyek strategis nasional,” tutur Dwi. (PAH/SAL/DWO/CHI)































