Home Berita WIKA Beton Tangani Longsor di Tol Cisumdawu, Sejumlah Titik Diperkuat

WIKA Beton Tangani Longsor di Tol Cisumdawu, Sejumlah Titik Diperkuat

Share

JAKARTA, LINTAS – Penanganan pergerakan tanah di Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu), Jawa Barat, terus dilakukan untuk menjaga keamanan dan kelancaran lalu lintas. PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton) melalui skema Kerja Sama Operasi (KSO) bersama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) mengerjakan penguatan struktur tanah di sejumlah titik rawan pada ruas tol tersebut.

Proyek dengan nilai kontrak sekitar Rp 334 miliar itu telah berjalan sejak Oktober 2025. Pekerjaan difokuskan pada mitigasi pergerakan tanah sekaligus pemulihan fungsi jalan di sejumlah lokasi yang dinilai krusial, antara lain Seksi 2, akses Gerbang Tol Pamulihan, KM 170+100 Jalur A, serta KM 177 Bojongtotor dan KM 178 Mulyasari pada Jalur B.

Corporate Secretary WIKA Beton, Ignatius Harry, mengatakan perusahaan berkomitmen mendukung pemulihan dan penguatan infrastruktur jalan tol dengan mengutamakan aspek keamanan serta kenyamanan pengguna jalan.

“Keterlibatan kami pada proyek memprioritaskan perbaikan yang cepat dan tepat, dengan tetap menjaga kenyamanan dan keamanan setiap pengguna jalan,” kata Ignatius dalam keterangannya, Rabu (19/8/2026).

Ia menjelaskan, WIKA Beton menangani pergerakan tanah di sejumlah titik Tol Cisumdawu dengan penguatan struktur, borepile, ground anchor, dan perbaikan jalan. Penanganan tersebut dilakukan untuk memastikan struktur jalan tetap aman di tengah tingginya mobilitas pengguna Tol Cisumdawu, yang menjadi salah satu jalur penting penghubung wilayah Bandung, Sumedang, Majalengka, hingga Cirebon.

Perkuatan Lereng hingga Puluhan Meter

Menurut Ignatius, di titik Bojongtotor KM 177, pekerjaan mencakup pembangunan fondasi tiang bor atau borepile berdiameter 1.500 milimeter dengan kedalaman hingga 50 meter. Struktur tersebut dilengkapi capping beam, sementara penguatan lereng dilakukan menggunakan ground anchor dan shotcrete.

Selain memperkuat struktur tanah, WIKA Beton juga melakukan perbaikan pada badan jalan utama untuk mengembalikan kondisi jalan agar dapat digunakan secara optimal.

Sementara itu, penanganan di Mulyasari KM 178 meliputi pemasangan borepile berdiameter 1.500 milimeter dengan kedalaman 40 meter, pembangunan capping beam, serta penataan kembali elevasi tanah melalui pekerjaan regrading.

Rangkaian pekerjaan tersebut menjadi bagian dari upaya mitigasi terhadap potensi pergerakan tanah sekaligus menjaga keselamatan pengguna jalan yang melintas di ruas Tol Cisumdawu.

WIKA Beton menilai keberadaan infrastruktur pengamanan yang memadai menjadi penting karena Tol Cisumdawu memiliki peran strategis dalam memangkas waktu tempuh perjalanan antara Bandung dan Cirebon serta menghubungkan sejumlah kawasan di Jawa Barat.

WIKA Beton Pastikan Keselamatan Pengguna Jalan

Menurut Ignatius, proses penanganan tersebut turut didukung kemampuan WIKA Beton dalam mengerjakan pekerjaan jasa konstruksi melalui Concrete Service Unit (CSU).

“Ketepatan penanganan ini juga didukung oleh kemampuan WIKA Beton dalam mengerjakan pekerjaan jasa melalui kehadiran Concrete Service Unit (CSU),” ujarnya.

Ia berharap penanganan di sejumlah titik tersebut dapat membantu menjaga fungsi Tol Cisumdawu sehingga konektivitas dan mobilitas masyarakat tetap berjalan dengan baik.

“Kami berharap jalan tol ini dapat terus berfungsi secara optimal dalam memperlancar konektivitas dan menunjang mobilitas masyarakat,” kata Ignatius. (CHI)

Baca Juga: Istana Wapres di IKN Tinggal Furnitur, Gibran Ditargetkan Mulai Berkantor 2026

Oleh:

Share