JAKARTA, LINTAS – Pemulihan akses transportasi di wilayah terdampak gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) terus dipercepat. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat mengoptimalkan angkutan penyeberangan dan bus perintis untuk mengirim alat berat, tenaga medis, serta bantuan logistik kepada masyarakat terdampak.
Salah satu upaya dilakukan melalui KMP Ile Ape yang mengangkut dua unit alat berat jenis excavator menuju wilayah Palue, Kabupaten Sikka. Alat berat tersebut akan digunakan untuk membantu membersihkan material longsor dan puing yang menghambat akses jalan akibat gempa.
“Pada hari ini, melalui KMP Ile Ape, telah mengangkut dua unit alat berat excavator untuk bantuan evakuasi material akibat bencana gempa di wilayah Palue Kabupaten Sikka, NTT. Selain itu, kapal juga memuat penumpang anggota Polres Sikka dan lima orang dokter,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Aan Suhanan dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Menurut Aan, pengiriman alat berat melalui kapal penyeberangan diharapkan dapat mempercepat penanganan material longsor yang menutupi badan jalan. Dengan terbukanya kembali akses tersebut, konektivitas antarwilayah yang sempat terisolasi dapat segera dipulihkan dan distribusi bantuan berjalan lebih lancar.
Selain mengerahkan angkutan penyeberangan, Ditjen Perhubungan Darat melalui Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II NTT juga memperbantukan bus perintis untuk mendukung mobilitas masyarakat sekaligus mendistribusikan bantuan ke wilayah terdampak.
“Kami terus berupaya untuk melayani lintasan penyeberangan perintis yang vital bagi Kabupaten Ende dan mendukung mobilitas dan distribusi bantuan/logistik pascabencana,” ujar Aan.


Akses Trans Flores Mulai Kembali Terbuka
Kemenhub juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menangani gangguan pada Jalan Trans Flores yang sebelumnya mengalami gangguan total akibat dampak bencana.
Berdasarkan hasil pemantauan dan verifikasi lapangan, ruas jalan tersebut kini sudah dapat kembali dilalui. Kondisi ini menjadi perkembangan penting dalam mendukung kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus mempercepat distribusi bantuan dan logistik ke sejumlah wilayah terdampak.
Tak hanya mengoptimalkan sarana transportasi, Kemenhub turut menyalurkan bantuan kebutuhan pokok bagi masyarakat terdampak yang berada di posko pengungsian Gelora Samador, Maumere.
Bantuan yang disalurkan antara lain ratusan paket beras kemasan lima kilogram, makanan kaleng, ratusan dus mi instan, serta air mineral kemasan 1,5 liter.
Aan menegaskan, Kemenhub akan terus mengoptimalkan sarana dan prasarana transportasi darat maupun penyeberangan untuk mendukung percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana. (CHI)
Baca Juga: Kemenhub Pastikan Transportasi Tetap Terhubung untuk Penanganan Gempa NTT












