Home Fitur Saat Bandara Sejenak Terdiam untuk Indonesia Raya pada 17 Agustus

Saat Bandara Sejenak Terdiam untuk Indonesia Raya pada 17 Agustus

Share

Ada momen ketika kesibukan di bandara berhenti sejenak. Langkah para penumpang melambat, aktivitas di terminal terhenti, dan suara yang biasanya dipenuhi pengumuman penerbangan berganti dengan lantunan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Momen itu hadir pada 17 Agustus 2026. Bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Indonesia Raya akan dikumandangkan serentak di 37 bandara yang dikelola PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports.

Lagu kebangsaan akan diputar sekitar pukul 10.17 hingga 10.20 waktu setempat sebagai bagian dari peringatan detik-detik Proklamasi. Pengumuman mengenai kegiatan tersebut akan disampaikan secara berkala melalui pengeras suara di terminal penumpang.

Para penumpang, pengunjung, staf bandara, dan seluruh pihak yang berada di lingkungan bandara diajak menghentikan aktivitas sejenak, berdiri tegak dengan sikap hormat, serta ikut menyanyikan Indonesia Raya dengan penuh khidmat.

Direktur Utama InJourney Airports Mohammad Rizal Pahlevi mengatakan, momen tersebut menjadi cara sederhana untuk menghadirkan semangat kemerdekaan di tengah kesibukan perjalanan.

“Lagu kebangsaan Indonesia Raya akan dikumandangkan serentak di 37 bandara yang dikelola InJourney Airports, yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Kami mengajak penumpang pesawat, pengunjung bandara, staf bandara, serta seluruh pihak yang berada di lingkungan bandara untuk menghentikan aktivitas sejenak, kemudian berdiri tegak dengan sikap sempurna, serta ikut menyanyikan Indonesia Raya dengan penuh khidmat,” ujar Rizal dalam keterangannya.

Sejenak Mengingat Arti Kemerdekaan

Bandara biasanya identik dengan pergerakan. Ada yang datang, ada yang berangkat, ada yang mengejar jadwal penerbangan, dan ada pula yang menunggu kepulangan. Namun, pada momentum 17 Agustus, kesibukan itu akan diselingi beberapa menit untuk mengingat kembali perjalanan bangsa.

Menurut Rizal, peringatan detik-detik Proklamasi di bandara juga menjadi momentum untuk mengenang sejarah berdirinya bangsa dan menghormati jasa para pahlawan.

“Peringatan detik-detik proklamasi di bandara ini bertujuan juga untuk semakin menumbuhkan dan memperkuat semangat nasionalisme serta cinta tanah air,” katanya.

Semangat kemerdekaan tidak hanya hadir melalui lantunan Indonesia Raya. Seluruh bandara yang dikelola InJourney Airports turut dihiasi berbagai dekorasi bertema kemerdekaan.

Di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, misalnya, hadir focal point bertema “Nusantara Gateway – Harmony of Heritage”. Konsep tersebut menggambarkan perjalanan Indonesia yang terus bergerak maju tanpa melupakan akar budaya dan warisan bangsa.

Nuansa serupa juga hadir di sejumlah bandara lainnya, antara lain Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Internasional Yogyakarta, Bandara Kualanamu Medan, Bandara Juanda Surabaya, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, dan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan.

Dari Lomba hingga Parade Nusantara

Perayaan kemerdekaan di bandara juga dibuat lebih dekat dan meriah. Pada 17 Agustus 2026, sejumlah bandara akan menggelar Lomba Merdeka yang mengajak pengguna jasa ikut menikmati permainan khas perayaan Hari Kemerdekaan.

Lomba makan kerupuk, balap kelereng, memasukkan pensil ke dalam botol, dan berbagai permainan lainnya akan menghadirkan suasana 17 Agustus yang akrab dan penuh keceriaan.

Tak hanya permainan, keberagaman budaya Indonesia juga akan ditampilkan melalui Parade Nusantara. Sejumlah bandara menghadirkan busana adat dari berbagai daerah, memperlihatkan wajah Indonesia yang beragam dalam satu perayaan kemerdekaan.

“Sejumlah bandara turut memeriahkan hari kemerdekaan dengan Parade Nusantara yang menampilkan keberagaman busana adat dari berbagai daerah di Indonesia,” ujar Rizal.

Berbagai kegiatan tersebut dilaksanakan di 37 bandara dengan menyesuaikan program yang telah disiapkan masing-masing bandara.

Pada akhirnya, perayaan kemerdekaan di bandara bukan hanya soal dekorasi atau perlombaan. Ada satu momen sederhana yang menjadi inti perayaan: ketika perjalanan sejenak berhenti, semua berdiri tegak, lalu bersama-sama menyanyikan Indonesia Raya.

Dari Sabang sampai Merauke, lagu yang sama akan bergema. Mengingatkan bahwa di tengah kesibukan dan perjalanan menuju berbagai tujuan, ada satu tanah air yang selalu menjadi rumah bersama. (CHI)

Baca Juga: 81 Tahun Mengisi Kemerdekaan: Dari Sapta Taruna Menuju Infrastruktur Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur

Oleh:

Share