JAKARTA, LINTAS – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat pembangunan Underpass Bitung di Kabupaten Tangerang, Banten, guna mengurai kemacetan di jalur Pantura Serang–Tangerang yang selama ini menjadi titik perlambatan kendaraan.
Proyek ini diharapkan mampu meningkatkan kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus mempercepat distribusi logistik menuju kawasan industri dan pergudangan di wilayah Bitung dan sekitarnya.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pembangunan underpass menjadi solusi jangka panjang untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan dan efisiensi transportasi di kawasan strategis.
“Diharapkan juga dapat memperlancar mobilitas perekonomian masyarakat yang melewati jalan nasional,” ujar Dody dikutip Selasa (12/5/2026).
Titik Macet Lama yang Dinanti Solusinya
Keberadaan Underpass Bitung telah lama dinantikan masyarakat. Kawasan ini merupakan simpul pertemuan arus kendaraan dari arah Serang, Jakarta, dan Curug, yang kerap memicu antrean panjang terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari. Kepadatan juga sering terjadi akibat tingginya volume kendaraan menuju akses Tol Tangerang–Merak.
Lokasi pekerjaan berada di ruas arteri primer nasional Batas Kabupaten Serang/Tangerang – Batas Kota Tangerang, bagian dari koridor Lintas Utara Pulau Jawa (Pantura). Jalur ini memiliki peran vital sebagai penghubung mobilitas masyarakat, kendaraan logistik, serta akses menuju kawasan industri di Tangerang.
Spesifikasi dan Penyesuaian Desain
Underpass Bitung dibangun pada STA 0+125 hingga STA 0+475 dengan panjang 350 meter. Konstruksi menggunakan desain single cell dua lajur satu arah untuk arus Tangerang menuju Serang.
Desain tersebut merupakan penyesuaian dari rencana awal double cell. Perubahan dilakukan untuk menjaga keamanan utilitas strategis nasional berupa jalur pipa PT Pertamina Gas (Pertagas) yang berada di sekitar lokasi sekaligus meningkatkan efektivitas pelaksanaan konstruksi.
Pelebaran Jalan untuk Tingkatkan Kapasitas
Selain pembangunan terowongan utama, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Banten juga melakukan pelebaran jalan di sejumlah titik untuk mengurangi bottleneck kendaraan, antara lain:
- Segmen 1: Setelah underpass menuju entry ramp Tol Bitung sepanjang 150 meter, pelebaran dari dua lajur menjadi tiga lajur arah Serang–Tangerang.
- Segmen 2: Di bawah kolong Tol Tangerang–Merak sepanjang 125 meter, pelebaran dari satu lajur menjadi dua lajur.
- Segmen 3: Setelah kolong tol hingga taper exit ramp Tol Bitung sepanjang 200 meter, pelebaran dari dua lajur menjadi tiga lajur termasuk taper kendaraan.
Penataan arus lalu lintas ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas jalan dan memperlancar pergerakan kendaraan di kawasan yang selama ini menjadi titik perlambatan.
Progres dan Target Penyelesaian
Berdasarkan informasi Kementerian PU, hingga kini, progres konstruksi Underpass Bitung telah mencapai 27,32% dan ditargetkan rampung pada 2027.
Proyek ini didukung berbagai dokumen teknis, mulai dari feasibility study sejak 2018 yang direviu pada 2024, dokumen lingkungan, Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin), hingga review Detail Engineering Design (DED).
Pembangunan membutuhkan lahan seluas 11.257 m² dengan progres pembebasan mencapai 9.094 m². Sisa lahan milik PT Pertamina Gas seluas 2.163 m² telah memperoleh izin prinsip. (CHI)
Baca Juga: Progres Sekolah Rakyat Cilacap Dikebut, Drainase Jadi Fokus Utama

























