Home Berita Kelok 23 Kretek–Girijati DI Yogyakarta Hampir Tuntas, Progres Capai 97,1 Persen

Kelok 23 Kretek–Girijati DI Yogyakarta Hampir Tuntas, Progres Capai 97,1 Persen

Share

SEMARANG,LINTAS — Pembangunan Jalan Baru Kretek–Girijati atau Kelok 23 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memasuki tahap akhir. Hingga 31 Juli 2026, progres fisik proyek telah mencapai 97,1 persen dan kini menyisakan sejumlah pekerjaan minor sebelum ditargetkan rampung pada pertengahan Agustus.

Kepala Bidang Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur Jalan (KPIJ) BBPJN Jawa Tengah–DIY, Bagus Prabowo Aryanto, ST, MT, mengatakan pekerjaan terus dikebut untuk mengejar target penyelesaian.

“Progres per tanggal 31 Juli kemarin sudah 97,1 persen. Jadi sekitar tiga persen kurang. Itu menyisakan pekerjaan minor,” kata Bagus saat diwawancarai khusus Lintas di Semarang, Senin (10/8/2026).

Menurut Bagus, pekerjaan yang masih diselesaikan antara lain pengaspalan, pemasangan rambu-rambu serta sejumlah pekerjaan day work. Tim pelaksana terus melakukan percepatan agar pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target.

“Kurang lebih sampai dengan sekitar 15 hari, per tanggal 1 Agustus sampai dengan tanggal 15 Agustus nanti,” ujarnya.

Perkuat Konektivitas

Jalan Baru Kretek–Girijati merupakan bagian dari pengembangan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) atau Pansela DIY yang menghubungkan kawasan Bantul dengan Gunungkidul.

Ruas jalan baru ini memiliki panjang sekitar 5 kilometer, terdiri atas 5 kilometer jalan baru dan 2 jembatan. Proyek pembangunan Jalan Baru ini didanai oleh pinjaman dari Islamic Development Bank (IsDB) sebesar Rp 341 miliar.

Pembangunan ruas tersebut diharapkan mampu membagi beban lalu lintas pada jaringan jalan yang sudah ada sekaligus memberikan akses yang lebih baik menuju kawasan wisata di pesisir selatan DIY.

“Dengan adanya pembangunan jalan ini selain sebagai pemecah arus lalu lintas berfungsi sebagai jalur alternatif dan berfungsi untuk kunjungan wisata karena nanti ada rest area,” tutur Bagus.

Kehadiran jalan baru tersebut menjadi penting karena kawasan selatan DIY terus berkembang sebagai salah satu kawasan pariwisata unggulan. Infrastruktur jalan yang lebih baik diharapkan turut memperlancar mobilitas masyarakat, wisatawan maupun distribusi barang.

Pembangunan Kelok 23 juga diarahkan untuk mendukung pengembangan kawasan. Salah satu fasilitas yang direncanakan adalah rest area yang berada di sekitar koridor jalan.

Bagus mengatakan pembangunan fasilitas pendukung tersebut masuk dalam rencana pekerjaan lanjutan.

“Yang tahun ini kita akan mau berkontrak 17A itu lanjutannya, yang grade jalan-nya masih tinggi, plus ada pembangunan rest area,” katanya.

Rencana ini diharapkan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat sekitar, termasuk membuka ruang bagi aktivitas ekonomi dan UMKM.

Dorong Pariwisata dan Ekonomi Selatan DIY

Dengan hampir rampungnya Kelok 23, konektivitas kawasan selatan DIY memasuki fase baru. Jalan ini tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur transportasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membuka akses terhadap kawasan wisata, memperlancar mobilitas masyarakat serta mendorong aktivitas ekonomi di sepanjang koridor.

Bagi Bantul dan Gunungkidul, keberadaan ruas baru tersebut diharapkan memberikan alternatif perjalanan sekaligus mengurangi tekanan pada jalan eksisting.

Dengan progres 97,1 persen per 31 Juli 2026, pekerjaan kini tinggal memasuki tahap akhir. Jika target penyelesaian pertengahan Agustus dapat tercapai, Kelok 23 selanjutnya diproyeksikan mulai digunakan masyarakat pada September 2026.

Kelok 23 pun bukan sekadar jalan baru di selatan Yogyakarta, melainkan bagian dari upaya membangun konektivitas yang menghubungkan kawasan, membuka akses wisata dan memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat sepanjang Pansela DIY. (PAH/ROY)

Baca Juga: MRT Jakarta dan Visa Resmikan “Naming Rights” Stasiun Blok A, Bawa Standar Global

Oleh:

Share