JAKARTA, LINTAS – Badan Kebijakan Transportasi (Baketrans) Kementerian Perhubungan melaksanakan Survei Prakiraan Pergerakan Masyarakat untuk memetakan potensi perjalanan selama masa Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru 2026/2027). Survei berlangsung pada 1–14 Oktober 2026 dan dapat diikuti masyarakat melalui tautan survei : https://lnk.kemenhub.go.id/SurveiNataru2026 Kementerian Perhubungan.
Kepala Pusat Kebijakan Lalu Lintas dan Angkutan Transportasi Baketrans, M. Arief Affandi, mengatakan survei dilakukan untuk mengetahui minat masyarakat melakukan perjalanan selama periode Nataru. Perjalanan yang dipetakan mencakup mobilitas antarkabupaten/kota dalam satu provinsi, antarkabupaten/kota antarprovinsi, hingga perjalanan ke luar negeri.
“Hasil survei Nataru 2026/2027 ini nantinya akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan penyelenggaraan angkutan pada masa Nataru dan sebagai masukan saat pelaksanaan rekayasa lalu lintas,” ujar Arief.
Survei dilakukan secara daring dengan target 50.000 responden dari seluruh wilayah Indonesia. Penyebarluasan kuesioner dilakukan melalui SMS blast oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), WhatsApp blast oleh Baketrans, dukungan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, operator angkutan, serta media sosial Baketrans.
Kerja Sama dengan BPS
Dalam pelaksanaannya, Baketrans bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk melakukan verifikasi dan memberikan rekomendasi terkait metodologi survei. Kuesioner mencakup sejumlah aspek perjalanan, antara lain asal dan tujuan, moda transportasi yang digunakan, waktu keberangkatan dan kepulangan, serta perkiraan biaya perjalanan.
Data tersebut diharapkan memberikan gambaran mengenai prakiraan jumlah pergerakan masyarakat, pola mobilitas antarwilayah, serta faktor yang memengaruhi minat masyarakat melakukan perjalanan pada Nataru 2026/2027.
“Informasi tersebut selanjutnya dapat menjadi bahan dalam merumuskan rekomendasi kebijakan serta mendukung kesiapan penyelenggaraan transportasi agar selama periode Nataru perjalanan masyarakat dapat terselenggara dengan lancar, aman, tertib, dan selamat,” kata Arief.
Hasil survei juga diharapkan menjadi bahan koordinasi antar pemangku kepentingan dalam menyiapkan layanan transportasi serta mengantisipasi dinamika mobilitas masyarakat selama periode Nataru 2026/2027. (CHI)
Baca Juga: Pengelolaan Bandara Dhoho Kediri Beralih, Operasional Dipastikan Tetap Berjalan











