JAKARTA, LINTAS – Ada pemandangan baru yang menghangatkan hati para penggemar musik Indonesia. Sebuah halte Transjakarta di kawasan Ciledug kini resmi diberi nama Halte Petukangan D’MASIV” sebagai bentuk apresiasi terhadap band yang telah berkarya selama lebih dari dua dekade.
Vokalis D’MASIV, Rian Ekky Pradipta, mengungkapkan rasa syukurnya dalam sebuah acara peresmian halte tersebut yang berlangsung di Hotel Horison, Senin (3/3/2025).
“Kita masih agak aneh ya melihat tadi ada halte namanya Petukangan D’MASIV. Ini bisa dibilang mimpi yang menjadi kenyataan, karena D’MASIV sendiri memang tumbuh di Jalan Ciledug Raya. Kita berjuang dari minus, bukan dari nol, tapi dari minus,” ujar Rian mengenang masa-masa awal perjuangan bandnya.
Rian mengungkapkan bahwa selama tiga tahun terakhir, D’MASIV telah berkeliling dunia untuk menggelar tur di berbagai negara, termasuk Amerika, Eropa, Australia, dan Asia.
Melihat sistem transportasi umum yang maju di luar negeri, ia pun bermimpi agar masyarakat Indonesia semakin mencintai transportasi umum.
“Kalau orang Jakarta semuanya naik transportasi umum, mungkin kemacetan bisa berkurang. Jadi, terima kasih untuk Transjakarta yang sudah percaya bahwa D’MASIV bisa menjadi inspirasi untuk generasi muda, Gen Z, hingga Gen Alpha, untuk lebih memilih naik transportasi publik,” tambahnya.

Peresmian halte ini terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan ulang tahun ke-22 D’MASIV.
“Ini hadiah yang spesial buat kami. Gak mudah loh bertahan selama 22 tahun, karena biasanya band bisa bubar setelah dua atau tiga album. Tapi Alhamdulillah, kami masih haus dengan mimpi-mimpi baru,” kata Rian penuh semangat.
Rian juga berjanji akan semakin aktif mengajak keluarganya menggunakan Transjakarta untuk bepergian.
“Mulai hari ini, saya akan ajak anak-anak naik busway kalau ke studio. Ralia, Radia, naik TJ ya? Oke?” ujarnya sambil tersenyum.
Direktur Utama PT Transjakarta, Welfizon Yuza mengungkapkan kolaborasi dengan band D’MASIV akan berlangsung selama satu tahun.
“D’Masiv akan berperan dalam mengedukasi masyarakat sekaligus menjadi ikon kampanye penggunaan transportasi publik sebagai bagian dari gaya hidup urban,” ujar Welfizon.

Kerja sama ini menjadi yang pertama antara perusahaan transportasi publik dengan musisi, dan diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi komunitas lain untuk ikut mendukung mobilitas berkelanjutan.
Selain menggandeng D’MASIV, PT Transjakarta juga membuka peluang kolaborasi dengan musisi dan seniman lain ke depannya.
“Ada beberapa nama yang sedang kami jajaki untuk bekerja sama. Nanti akan ada kejutan-kejutan menarik,” tambah Welfizon. (CHI)

























