Home Berita Tol Betung–Tempino–Jambi Terus Dikebut, Bakal Tersambung hingga Rengat Riau

Tol Betung–Tempino–Jambi Terus Dikebut, Bakal Tersambung hingga Rengat Riau

Share

JAKARTA, LINTAS – Salah satu proyek strategis Jalan Tol Trans Sumatera yang saat ini digarap PT Hutama Karya adalah Ruas Tol Betung–Tempino–Jambi sepanjang 170,70 kilometer, yang menjadi bagian penting penghubung Sumatra Selatan dan Jambi, serta direncanakan tersambung hingga Rengat, Riau.

Pembangunan ruas tol tersebut dirancang untuk memperlancar mobilitas orang dan barang, meningkatkan efisiensi logistik, serta memperkuat keterhubungan antardaerah di wilayah Sumatra bagian selatan dan tengah. Keberadaan tol ini diharapkan mampu mendorong aktivitas ekonomi lintas kawasan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Saat ini, progres Ruas Tol Betung–Tempino–Jambi berada pada berbagai tahapan. Dua segmen, yakni Bayung Lencir–Tempino sepanjang 34,10 km dan Tempino–Ness sepanjang 18,49 km, telah beroperasi dan masih melayani pengguna jalan tanpa tarif. Sementara itu, pekerjaan konstruksi masih berlangsung sepanjang 118,14 km, yang mencakup Seksi 1 Betung–Tungkal Jaya sepanjang 62,38 km serta Seksi 2 Tungkal Jaya–Bayung Lencir sepanjang 55,76 km.

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, mengatakan bahwa pembangunan koridor ini menjadi salah satu fokus utama perusahaan untuk memperkuat konektivitas antardaerah di Sumatra.

“Pembangunan koridor ini kami dorong agar konektivitas antardaerah semakin kuat, arus logistik lebih efisien, serta manfaatnya dapat dirasakan lebih cepat oleh masyarakat dan pelaku usaha,” ujarnya dikutip Selasa (3/2/2026).

Pembebasan Lahan

Berdasarkan data progres, Seksi 1A mencatat pembebasan lahan sebesar 48,32 persen dengan progres konstruksi 57,64 persen dan ditargetkan rampung pada Kuartal I 2027. Seksi 1B mencatat pembebasan lahan 41,14 persen dan progres konstruksi 13,39 persen dengan target penyelesaian pada periode yang sama.

Sementara itu, pada Seksi 2, Seksi 2A mencatat pembebasan lahan 28,45 persen dan progres konstruksi 22,03 persen, sedangkan Seksi 2B mencapai pembebasan lahan 40,48 persen dan progres konstruksi 22,37 persen. Kedua seksi tersebut ditargetkan selesai pada Kuartal IV 2027.

Perkembangan proyek ini turut ditinjau dalam kunjungan kerja Komisi V DPR RI ke Gerbang Tol Pijoan, Ruas Tol Betung–Jambi, pada Kamis (29/1/2026), yang dilakukan dalam rangka peninjauan pembangunan infrastruktur dan transportasi di Provinsi Jambi. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi lintas pemangku kepentingan agar pembangunan tol berjalan selaras dengan kebutuhan konektivitas wilayah dan kelancaran distribusi logistik.

Ketua Pimpinan Kunjungan Komisi V DPR RI, A. Bakri, menyatakan dukungan penuh terhadap kelanjutan pembangunan tol hingga Ruas Jambi–Rengat.

“Kami siap membantu agar Tol Jambi–Rengat bisa terealisasi. Dari hasil peninjauan, pembebasan lahan di Jambi cukup baik, bahkan mendapat rekor MURI sebagai pembebasan lahan tercepat. Kami berharap proyek ini dapat segera rampung dan pembangunan hingga Rengat dapat dilanjutkan,” ujarnya.

Selain meningkatkan konektivitas, proyek ini juga diharapkan memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar, antara lain melalui pengembangan UMKM lokal di rest area serta penyediaan fasilitas penyeberangan seperti overpass dan underpass untuk menjaga kelancaran mobilitas warga.

Pembangunan Ruas Tol Jambi–Rengat

Sebagai kelanjutan koridor JTTS Tahap II, Hutama Karya juga menyiapkan rencana pembangunan Ruas Tol Jambi–Rengat sepanjang 198,13 km. Ruas ini dinilai strategis untuk memperkuat keterhubungan Jambi dengan Riau serta kawasan produktif di sekitarnya, termasuk kawasan industri di sekitar Sungai Enok yang berkembang pada sektor kelapa sawit dan perikanan.

Penguatan konektivitas ini juga berpotensi membuka akses yang lebih andal menuju destinasi strategis dan bernilai sejarah maupun konservasi, seperti Kompleks Candi Muaro Jambi, Taman Nasional Kerinci Seblat, serta Taman Nasional Berbak dan Bukit Tigapuluh.

Baca Juga: Kementerian PU Kerahkan 14 Excavator Tangani Longsor Cisarua Bandung Barat

Selain itu, keberlanjutan koneksi hingga Jambi–Rengat diharapkan mampu menekan biaya logistik dan memperlancar distribusi barang antardaerah yang selama ini masih terkendala keterbatasan kualitas dan kapasitas jaringan jalan eksisting.

“Melalui pengembangan JTTS yang berkelanjutan, Hutama Karya berkomitmen menghadirkan layanan infrastruktur yang semakin andal dan terkoneksi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat serta mendukung daya saing ekonomi wilayah,” pungkas Mardiansyah. (CHI)

Oleh:

Share