JAKARTA, LINTAS – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengerahkan 14 unit excavator beserta sarana pendukung lainnya di dua area evakuasi utama di wilayah longsor yang melanda Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat guna mempercepat pencarian korban dan penanganan dampak bencana.
Sejak awal kejadian, Kementerian PU bergerak cepat dengan memobilisasi alat berat dan peralatan pendukung dari sejumlah balai teknis. Langkah ini difokuskan untuk membantu proses evakuasi korban, membuka akses di lokasi terdampak, serta memastikan ketersediaan air bersih dan fasilitas dasar bagi masyarakat.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan, kehadiran Kementerian PU di lapangan akan terus berlanjut hingga seluruh proses evakuasi dan penanganan darurat dinyatakan selesai.
“Kami akan terus berada di lapangan dan memastikan seluruh peralatan bekerja optimal sampai proses evakuasi dan penanganan darurat selesai. Kementerian PU berkomitmen hadir untuk membantu pemerintah daerah dan masyarakat dalam situasi sulit seperti ini,” ujar Dody dikutip Senin (2/2/2026).
Dukungan Alat Berat
Dukungan alat berat saat ini difokuskan pada dua titik utama evakuasi, yakni Area A1 dan Area A2. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta–Jawa Barat mengerahkan 8 unit excavator, terdiri atas 6 unit excavator PC 75 dan 2 unit excavator PC 200. Seluruh alat tersebut telah beroperasi di Area Evakuasi A2 untuk membantu pencarian korban dan penanganan material longsoran.




Sementara itu, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum turut mengerahkan 5 unit excavator yang terdiri dari 2 unit PC 55 dan 3 unit PC 200 yang saat ini bekerja di Area Evakuasi A1. BBWS Citarum juga mendukung penanganan bencana dengan mengirimkan 5 unit pompa air (alkon) berkapasitas 16,7 liter per detik serta 1 unit mobil tangki air berkapasitas 5.000 liter untuk membantu pembersihan lumpur dan memenuhi kebutuhan air di lokasi terdampak.
Dukungan tambahan diberikan oleh BBWS Cimanuk–Cisanggarung melalui pengerahan 1 unit excavator mini PC 55 yang telah beroperasi di Area Evakuasi A1, serta 2 unit pompa air untuk membantu penanganan genangan dan lumpur akibat longsor.
Disiapkan Hidran
Selain penanganan teknis di lapangan, Kementerian PU juga memastikan pemenuhan kebutuhan dasar bagi warga terdampak. Melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Jawa Barat, Kementerian PU berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menyediakan 10 unit hidran umum berkapasitas 2.000 liter, 7 unit toilet portable, 2 unit mobil tangki air berkapasitas 4.000 liter, serta 2 unit tenda hunian darurat di lokasi pengungsian.
Berdasarkan data Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) per Minggu (1/2/2026) pukul 18.00 WIB, jumlah korban terdampak tercatat sebanyak 158 orang. Dari jumlah tersebut, 78 orang berhasil diselamatkan, sementara sekitar 6 orang masih dalam proses pencarian. (CHI)
Baca Juga: Jelang Lebaran 2026, Kemenhub Pastikan Kapal di Labuan Bajo Laik Laut































